Urgent, Menko PMK: Puskesmas di Kepulauan Seribu Harus Punya Ruang Opname

Nasional | limapagi.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 12:16
Urgent, Menko PMK: Puskesmas di Kepulauan Seribu Harus Punya Ruang Opname

LIMAPAGI - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Puskesmas di Kepulauan Seribu, Jakarta harusnya memiliki ruang rawat inap atau opname untuk menangani pasien yang membutuhkan.

"Mestinya fasilitas kesehatan di pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu, yang jumlah penduduknya di atas 5 ribu, harus menyediakan ruang rawat inap paling tidak 5 (lima) kamar," kata Menko PMK dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu, 28 Desember 2021.

Hal itu disampaikan Menko PMK saat mengunjungi Pulau Tidung, Pulau Panggang, dan Pulau Pramuka pada Senin 27 Desember 2021. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi, terutama terkait fasilitas pelayanan umum yang ada di Kepulauan Seribu.

Menko PMK menilai, ruang rawat inap di Kepulauan Seribu menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Selain terdapat di rumah sakit rujukan di Pulau Pramuka, kata dia, sebaiknya harus segera disiapkan Puskesmas yang memiliki ruang rawat inap.

Menko PMK menjelaskan, ruang rawat inap di Kepulauan Seribu sementara ini hanya ada 2, sedangkan penduduk yang harus ditangani ada 5.000-an.

Menurutnya, masyarakat menjadi bergantung kepada fasilitas kesehatan di luar Kepulauan Seribu. Lantaran selain memakan waktu, kata dia, berpotensi tidak tertolong ketika dalam keadaan urgen.

Sehingga kalau ada yang mengalami masalah kesehatan dan memerlukan perawatan tidak perlu diangkut ke luar pulau apalagi sampai ke darat, ke Jakarta, ujarnya.

Lebih lanjut, Menko PMK menyorot persoalan lain yang ditemukan di Kepulauan Seribu. Salah satunya fasilitas dermaga di Pulau Panggang yang dinilai sudah mengalami kerusakan sangat berat. Tindak lanjutnya, Muhadjir mengaku akan langsung berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan.

Untuk fasilitas pendidikan Ibtidaiyah Negeri juga di sana sudah ada, tetapi fasilitasnya masih numpang atau nyewa milik yayasan. Ini saya kira tidak tepat dan karena itu saya sudah minta Pak Bupati. Seharusnya punya lahan sendiri, tidak menyewa pada pihak ketiga. Mudah-mudahan dengan kunjungan kerja saya ini, nanti paling tidak ada yang bisa kita tindak lanjuti, kata mantan Mendikbud itu.

Selain belanja masalah, kunjungan kerja Menko PMK ke Kepulauan Seribu juga untuk mensosialisasikan disiplin protokol kesehatan (prokes), di antaranya dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat. Mengingat, pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu ditaksir bakal menjadi tujuan destinasi wisata bagi masyarakat terutama dari Ibukota dan sekitarnya ketika libur akhir tahun 2021.

Artikel Asli