Pelonggaran pada Momen Natal jadi Perdebatan, Begini Kata Menko PMK

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 12:42
Pelonggaran pada Momen Natal jadi Perdebatan, Begini Kata Menko PMK

JawaPos.com Terjadi kesalahpahaman di kalangan masyarakat terkait dengan pelonggaran hari raya beragama di Indonesia. Masyarakat mempertanyakan kenapa pada Hari Raya Natal terjadi pelonggaran, sementara pada Hari Raya Idul Adha tidak.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, melalui webinar Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dalam Penanganan Pandemi Covid-19, Selasa (28/12).

Ini beredar di medsos, seolah pemerintah meng-anaktirikan antara Hari Raya Idul Adha dan Natal, bahkan jadi lagu oleh anak-anak, ini sangat tidak bagus menurut saya, sangat memprihatinkan, ungkap dia.

Dia pun memberikan penjelasan kenapa terjadi pelonggaran di momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Salah satu faktornya adalah jumlah kasus yang lebih rendah dibandingkan pada periode April 2021 menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Kenapa lebaran itu diperketat, karena pada April 2021 itu kasusnya 156.656, kemudian dibanding sekarang November ini 12.051, kata dia.

Lalu, jumlah kasus yang meninggal menjelang lebaran itu berjumlah 4.663, sementara November 2021 sebanya 425 orang. Jumlah kasus sembuh 174 ribu, sekarang 16 ribu karena yang sakit tidak banyak, tuturnya.

Kemudian untuk cakupan vaksinasi pada April 2021 mencapai 12 juta untuk dosis pertama dan 7 juta dosis kedua. Sekarang ketika menjelang natal dan tahun baru itu jumlah vaksinasi dosis pertama sudah 139 juta dan dosis kedua 96 juta.

Ini yang membuat kita percaya diri untuk membuka pergerakan orang lebih leluasa pada Nataru, pungkas Menko PMK.

Artikel Asli