Cegah Bencana, Tanaman Jagung di Hutan Tutupan Negara Dimatikan

Nasional | lombokpost | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 12:37
Cegah Bencana, Tanaman Jagung di Hutan Tutupan Negara Dimatikan

KOTA BIMA -Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Maria Donggomasa menegaskan akan kembali membasmi tanaman jagung di atas kawasan hutan tutupan negara. Hanya saja, kawasan yang menjadi sasaran belum bisa diungkap ke publik. Mereka hanya memberitahukan kepada petani yang menanam jagung di atas lahan tersebut.

Tidak boleh kita ungkap ke publik lokasinya. Yang jelas nanti kami akan bersurat lebih awal dulu, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), jelas Kepala BKPH Maria Donggomasa Ahyar HMA, Senin (27/12).

Langkah itu sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat. Agar di tahun-tahun berikutnya tidak lagi menduduki kawasan hutan tutupan negara.

Selain melanggar aturan, petani yang menanam jagung di area tersebut dapat memicu terjadinya bencana alam. Seperti banjir dan longsor.

Dampak banjir itu bukan hanya segelintir orang, tapi ribuan jiwa menjadi sasaran. Makanya kami berikan tindakan tegas dengan menyemprot jagung mereka, tegas Ahyar.

Dia menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi petani yang menanam jagung di atas lahan tutupan negara. Karena dua tahun sebelumnya, BKPH Maria Donggomasa sudah memberikan toleransi dan dibuatkan surat peryataan kepada petani yang menanam jagung di kawasan terlarang.

Dalam surat peryataan yang dibuat petani saat itu, kata dia, mereka berjanji tidak lagi menduduki kawasan hutan tersebut. Jika ditemukan siap menerima sanksi berupa pembasmian jagung yang ditanam.

Contohnya patroli gabungan yang dilakukan pada 23 Desember lalu, kami semprot jagung petani sesuai surat pernyataan itu, tegasnya.

Satu hari sebelum melakukan aksi tersebut, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kepada petani. Meminta agar membongkar sendiri gubuk yang telah dibangun. Mereka tidak mau, malah mereka menyuruh kami untuk membongkarnya, beber Ahyar.

Selain surat peringatan, pihaknya juga sudah memberikan penyuluhan dan pemasangan baliho bertuliskan larangan menanam jagung. Namun mereka tidak menggubris.

Kami kan sudah beri tahu dengan cara baik-baik. Itu cukup manusiawi dan sopan kami lakukan, karena sudah berikan peringatan awal, bebernya.

Pada pekan lalu, tim gabungan dari BPKH Maria Donggomasa, TNI dan Polri, serta Satpol PP membasmi tanaman jagung di kawasan Kabanta, Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur. Di sana, tim menyemprot empat petak lahan yang ditanami jagung.

Kami juga membongkar pondakan milik petani yang dibangun di atas lahan tutup negara, pungkas Ahyar. (jul/r8)

Artikel Asli