Haedar Nashir Refleksikan Tantangan Keagamaan di Masa Pandemi

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 11:31
Haedar Nashir Refleksikan Tantangan Keagamaan di Masa Pandemi

JawaPos.com Pandemi Covid-19 di Indonesia hampir menginjak dua tahun. Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah pun menilik kembali bangsa Indonesia menghadapi pandemi dalam kurun waktu tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memaparkan bahwa dalam hal agama ketika musibah Covid-19 terjadi, dalam perkembangannya ada perdebatan yang terjadi terkait hal tersebut. Kata Haedar, saat itu kalangan umat beragama tidak mudah untuk menyatukan pendapat pandangan agamanya dalam keadaan darurat.

Ketika seharusnya mengatasi musibah ini dengan protokol kesehatan yang ketat dan melakukan ibadah di rumah, banyak pihak yang menolak pandangan tersebut. Pasalnya, dalam aktivitasnya, kaum Muslimin identik dengan ibadah secara berjamaah.

Mengubah ibadah dari masjid dan bersifat jamaah ke personal di rumah, itu pekerjaan yang tidak mudah, pergulatan dialog mengenai bagaimana kita mencoba dengan adaptasi baru beribadah di rumah memerlukan waktu yang panjang, dalam webinar Peran dan Kontribusi Muhammadiyah dalam Penanganan Pandemi Covid-19, Selasa (28/12).

Bahkan ada yang mengklaim Muhammadiyah cenderung mengikuti WHO, padahal kita adalah mengikuti ajaran Rasulullah, banyak pilihan kita untuk beribadah, sambungnya.

Namun, seiring berjalannya waktu dan gencarnya sosialisasi yang dilakukan, umat beragama mulai memahami pentingnya hal tersebut. Ia menegaskan bahwa agama adalah solusi untuk keamanan dan keselamatan bangsa ditengah kondisi krisis seperti ini.

Agama perlu menjadi solusi kehiudpan manusia, agama itu hadir untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia. Lewat pandemi ini ada pemahaman yang semakin kuat, menjaga jiwa, harta, keturunan, akal pikiran itu merupakan satu kesatuan, jelasnya.

Haedar menuturkan bahwa ke depannya, diharapkan agama dapat dipahami untuk membawa rahmat bagi kehidupan dan menyelematkan peradaban dunia. Kita berharap di 2022 agama tidak lagi menjadi titik pertengkaran, perdebatan dan menjadi titik krusial poin dalam kehidupan kita. Justru agama menjadi jalan terang dan penawar pemecahan kerumitan hidup, tandas Haedar.

Artikel Asli