Ringkus Komplotan Pencuri Kabel Tower

Nasional | radarjogja | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 11:26
Ringkus Komplotan Pencuri Kabel Tower

RADAR JOGJA Komplotan pencuri spesialis kabel tower operator seluler di wilayah Jogjakarta berhasil diringkus Jajaran Polres Kulonprogo. Dalam penangkapan tersebut polisi setidaknya menangkap empat orang tersangka.

Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, adapun identitas para pelaku diantaranya Agung Triyono,31 warga Banjarnegara; Sahid Fitri Hartanto, 22 warga Purworejo; serta dua warga Bantul bernama Arif Wanto,26 dan Arismanto,31. Keempat pelaku ditangkap pada Minggu (26/12) malam, setelah korban bernama Yanuar Dukita,31 yang juga merupakan karyawan operator pemilik tower tersebut melapor pada siang harinya.

Dikatakan Jeffry, penangkapan keempat pelaku tersebut bermula dari diamankannya tersangka Sahid Fitri Hartanto di wilayah Wates. Kemudian berkembang ke penangkapan pelaku lainnya di wilayah Kretek dan Pleret di kabupaten Bantul.

Dari penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan para pelaku untuk mencuri kabel tower milik operator seluler di wilayah Nanggulan pada pekan lalu. Diantaranya satu unit mobil Panther, satu sepeda motor Honda Scoopy, satu gergaji besi, satu kunci ring ukuran 14, satu kunci inggris dan empat buah handphone.Keempat pelaku beserta barang bukti kini kami amankan di Polsek Nanggulan untuk penyelidikan lebih lanjut, ujar Jeffry, Senin (27/12).

Jeffry menyampaikan, kasus pencurian yang dilakukan empat orang tersebut diketahui oleh korban pada Kamis (23/12) sekitar pukul 11.00 di tower milik Telkomsel yang berada di Padukuhan Ngemplak, Kembang, Nanggulan. Keempat pelaku diketahui memotong kabel vider sepanjang 40 meter. Dari kejadian tersebut perusahaan operator pemilik tower merugi hingga Rp 30 juta.

Terkait dengan dasar hukum penindakan, Jeffry menerangkan bahwa keempat pelaku terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan seperti diatur dalam Pasal 362 KUHP jo 363 KUHP. Adapun ancaman pidananya bisa berupa hukuman penjara hingga 7 tahun. Saat ini kami tengah lakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui motif para pelaku, katanya. (inu/bah)

Artikel Asli