Menag Ajak Kak Seto Sikat Habis Predator Seks Anak

Nasional | limapagi.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 10:38
Menag Ajak Kak Seto Sikat Habis Predator Seks Anak

LIMAPAGI - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pihaknya serius mencegah kekerasan seksual pada anak. Utamanya di lembaga pendidikan keagamaan menyusul kasus guru pesantren di Bandung, Jawa Barat memperkosa belasan santriwatinya.

Hal itu disampaikan Yaqut saat berjumpa dengan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau karib disapa Kak Seto.

"Kami serius ingin menangani kasus kekerasan seksual anak ini. Terutama menindaklanjuti apa yang terjadi di pesantren di Jawa Barat. Saya kira ini fenomena gunung es, dan harus segera diselesaikan," kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Desember 2021.

Yaqut mengatakan, Kementrerian Agama serius memberantas kekerasan seksual pada anak di lembaga pendidikan keagamaan. Langkah pencegahannya tak hanya bersinergi dengan LPAI, tetapi juga dengan mitra lain.

Selain dengan Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), kita juga telah memnuat MOU dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Dan saya kira, dengan LPAI pun kita perlu membuat MOU agar dapat bersinergi, ujarnya.

Menurut Yaqut, pencegahan kekerasan seksual ini, tidak hanya ditujukan kepada lembaga pendidikan Islam saja, melainkan kepada seluruh lembaga keagamaan.

Karena yang namanya predator, tidak terbatas ada di lembaga pendidikan agama apa. Prinsipnya, ini seluruh anak-anak kita harus kita lindungi, tegasnya.

Yaqut menambahkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak harus mendapat perhatian dan gerak cepat dari seluruh pihak, tidak hanya pemerintah saja. Gerak cepat menjadi kata kunci, mengingat predator anak memiliki banyak cara untuk melakukan kejahatannya.

Predator-predator ini menunggu. Kita harus segera bergerak cepat untuk melindungi anak-anak kita. Jangan sampai lengah, tuturnya.

Hal senada disampaikan Kak Seto. Tindakan pencegahan harus dilakukan bersama-sama agar ruang gerak para predator seks anak menjadi makin sempit dan hilang.

Saya sepakat dengan Pak Menag. Kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada kemauan dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Kita harus berkerjasama menutup kesempatan-kesempatan itu, ujar Kak Seto.

Kami sangat mengapresiasi sikap Pak Menag yang minta seluruh pelaku kekerasan seksual anak disikat habis. Ini ketegasan yang kita nanti, tandasnya.

Artikel Asli