Golkar: Masih Ada Waktu 2 Tahun untuk Dongkrak Elektabilitas Airlangga

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 10:17
Golkar: Masih Ada Waktu 2 Tahun untuk Dongkrak Elektabilitas Airlangga

JawaPos.com Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa pihaknya konsisten mengusung ketua umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024 mendatang. Menurut Doli, meski elektabilitas Airlangga masih rendah, namun masih bisa berubah. Pasalnya masih ada waktu dua tahun untuk mendongkrak elektabilitas Airlangga.

Ini masih ada dua tahun, tentu kita harus konsisten dengan keputusan kita. Kita harus bekerja lebih sungguh-sungguh, ujar Doli kepada wartawan, Selasa (28/12).

Doli menuturkan, sampai saat ini kader-kader Partai Golkar juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai Airlangga Hartarto. Sehingga kader berusaha mewujudkan ketua umumnya menjadi capres di 2024.

Yang jelas hari ini kita punya calon presiden yang saat ini sedang dikerjakan oleh seluruh jajaran partai, katanya.

Karena itu, Ketua Komisi II DPR ini menuturkan, masih ada waktu dua tahun untuk bisa memperbaiki dengan membantu menaikkan elektabilitas Airlangga Hartarto. Pasalnya, kondisi politik masih dinamis dan segala sesuatu bisa berubah.

Jadi kita tetap ke depan, dua tahun masih panjang, masih banyak hal yang bisa kita lakukan, ya kita enggak mau mengandai-andai nanti seperti apa, ungkapnya.

Diketahui, berdasarkan hasil survei kolaborasi antara Politika Research and Consulting dan Parameter Politik Indonesia, elektabilitas Airlangga Hartarto tidak menyentuh ke angka 1 persen. Misalnya saja pada elektabilitas capres simulasi 32 nama, Airlangga Hartarto hanya menempati urutan ke-17 dengan perolehan 0,6 persen.

Sedangkan dalam survei elektabilitas capres simulasi 15 nama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini hanya mendapat 0,8 persen dan bertengger di peringkat 12. Bahkan, dalam survei dengan kategori elektabilitas calon wakil presiden atau cawapres, Airlangga Hartarto hanya berada di posisi ke-23 dengan 0,5 persen.

Artikel Asli