Penerapan Kurikulum Darurat Selama Pandemi Covid-19 Direspons Positif

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 10:02
Penerapan Kurikulum Darurat Selama Pandemi Covid-19 Direspons Positif

JawaPos.com Selama masa pandemi Covid-19, satuan pendidikan diberikan opsi untuk memilih kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuat modul pembelajaran untuk guru dan orang tua guna mempermudah pendampingan belajar selama masa pandemi.

Dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi yang berlangsung di Provinsi Jawa Timur, penerapan Kurikulum Darurat mendapatkan respons yang positif dari guru, orang tua, dan pegiat literasi. Kurikulum Darurat dianggap mampu membantu praktik pembelajaran karena fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan alokasi waktu yang cukup di masa pandemi.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Batuan Mariyatul Kiptiyah, mengungkapkan adanya kemudahan dalam penerapan Kurikulum Darurat karena memanfaatkan penggunaan modul untuk orang tua selama pembelajaran di masa pandemi.

Terdapat beberapa perbedaan signifikan antara Kurikulum Darurat dengan Kurikulum 2013, terutama terkait pengadaan modul untuk orang tua. Modul tersebut sangat bermanfaat bagi orang tua dalam mendampingi anaknya saat belajar di rumah, ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12).

Menurut Mariyatul, Kurikulum Darurat sangat membantu praktik pembelajaran guru karena fokus pada materi esensial sehingga membuat pembelajaran dapat dilakukan dengan alokasi waktu yang cukup. Guru jadi tidak perlu terburu-buru dan berkejaran dengan waktu untuk sekadar menuntaskan materi.

Guru menjadi lebih leluasa untuk melakukan pendalaman materi. Kelebihan lain dari Kurikulum Darurat ialah adanya asesmen diagnostik. Asesmen ini memungkinkan guru mengetahui model dan kemampuan siswa dalam belajar. Maka, asesmen ini dapat membantu guru dalam mengajar sesuai dengan kemampuan para siswa, katanya.

Sementara itu, guru SD Negeri 1 Batuan, Maya mengatakan bahwa sebelum orang tua dan siswa diberikan modul-modul pembelajaran Kurikulum Darurat, sekolah telah mengadakan sosialisasi terlebih dahulu kepada para orang tua. Tujuannya agar penggunaan modul dapat berjalan optimal, tuturnya.

Sementara di Kota Batu, orang tua juga memiliki pengalaman menarik saat melakukan pendampingan dalam penerapan Kurikulum Darurat selama pembelajaran di masa pandemi. Fit Afrila Nurnadia, orang tua dari siswa SD Negeri 1 Punten, menuturkan pandemi telah mengajarkannya banyak hal.

Kami jadi belajar kalau selama ini pola belajar yang sudah terbangun di sekolah bisa lepas begitu saja di rumah, jika tidak dijaga, katanya.

Hal tersebut juga diakui oleh orang tua siswa lain, Susanti Dewi Lestari. Ia menyampaikan, ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran di rumah yang didampingi orang tua dengan pembelajaran sekolah dengan guru.

Kalau di rumah anak-anak seperti bisa bernegosiasi dengan orang tua mereka, berbeda dengan di sekolah. Di sekolah, anak-anak lebih segan kepada guru mereka sehingga mereka lebih terdorong untuk belajar dan mengerjakan tugas. Maka, kami menyiasati anak-anak dengan memberikan reward jika mereka malas mengerjakan tugas, tandasnya.

Artikel Asli