Warga Lakarsantri Klaim Tak Keberatan Soal Pembangunan GKI

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:51
Warga Lakarsantri Klaim Tak Keberatan Soal Pembangunan GKI

JawaPos.com Warga Kecamatan Lakarsantri menepis kabar penolakan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di wilayah tersebut. Warga menyebut kabar itu tidak benar.

Senin (27/12) malam, perwakilan Ketua RW 01 dan RW 04 serta LPKM Kelurahan Lakarsantri membuat surat pernyataan terkait rencana pembangunan gereja tersebut. Dalam surat pernyataan yang ditandatangani pihak terkait itu, perwakilan warga menyebut tidak keberatan dengan adanya rencana pembangunan rumah ibadah Gereja GKI di Citraland Surabaya.

Hal serupa dikatakan Camat Lakarsantri Surabaya Harun Ismail. Warga Lakarsantri disebut Harun tidak menolak.

Namun memang ada warga yang merasa keberatan rumahnya bersebelahan dengan pembangunan gereja. Saat ini sedang dimediasi, kata Harun saat dikonfirmasi pada Selasa (28/12).

Dia menjelaskan, secara mekanisme, sesuai Perwali Nomor 58 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pendirian Rumah Ibadah dan Pemanfaatan Bangunan Gedung untuk Rumah Ibadah, salah satunya adalah mendapatkan dukungan warga paling sedikit 60 orang dan disahkan lurah setempat.

Saat ini, pihak tim Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Bakesbanglinmas Surabaya, menurut Harun telah melakukan peninjauan lokasi.

Hasilnya langsung dirapatkan, imbuh Harun.

Sebelumnya, terdapat penolakan rencana pembangunan Gereja GKI di kawasan Citraland Surabaya. Informasi tersebut sempat terdengar dan mendapat respons dari politikus PSI Surabaya dan anggota Komisi B DPRD Surabaya Josiah Michael.

Secara terpisah, anggota komisi B DPRD Surabaya dan Politikus PDI Perjuangan Surabaya John Thamrun menepis kabar itu.

Saya rasa warga Lakarsantri sangat pluralis. Menjunjung tinggi toleransi beragama. Jadi itu tidak benar informasinya, ucap John Thamrun.

Sedianya, dikatakan JT, sapaan akrab John Thamrun, adanya penolakan tersebut tidak beralasan kuat. Sebab, baik perwakilan warga maupun pihak ormas Islam di wilayah Lakarsantri tidak berkeberatan.

JT berharap masyarakat tidak terpancing informasi yang belum akurat kebenarannya. Apalagi kabar itu juga bertepatan dengan perayaan Natal. Mari sama-sama menghormati toleransi dan kebebasan beragama untuk tidak menebar informasi yang membuat gaduh, ucap JT.

Artikel Asli