Pengunjung Membeludak, Pedagang Dites Antigen

Nasional | radarjogja | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:48
Pengunjung Membeludak, Pedagang Dites Antigen

RADAR JOGJA Seiring melonjaknya kunjungan wisatawan ke Malioboro pada libur akhir tahun ini, para pelaku usaha dilakukan skrining. Ini untuk memastikan mereka tetap sehat agar dapat melayani para pelancong dengan aman dan nyaman.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan skrining tersebut sudah dilakukan sejak dua hari lalu. Tepatnya Sabtu dan Minggu sejalan dengan skrining acak yang disasarkan terhadap wisatawan. Selain pengunjung juga para pelaku usaha diswab antigen. Kita perwakilan komunitas, selain pengunjung, pelakunya juga harus aman, katanya Senin (27/12).

Ekwanto menjelaskan pelaku usaha ini akan digilir 30 orang untuk pemeriksaan antigen yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu di halaman Hotel Mutiara kawasan Malioboro. Selama dua hari sudah dilangsungkan skrining, dikatakan tidak satupun pedagang yang terpapar virus korona. Ini dilakukan kerjasama dengan Satgas Covid-19 kota, pelaku Malioboro juga harus sehat dan aman untuk melayani mereka, ujarnya.

UPT mencatat kenaikan pengunjung malioboro sudah terjadi sejak dua minggu terakhir ini. Namun, puncaknya terjadi pada malam Minggu (25/12) mencapai 7.500 pengunjung. Dari hari-hari biasa sebelumnya hanya 3-4 ribu kunjungan dalam satu waktu. Iya kunjungan malam Minggu luar biasa sekali ya, sampai kami menahan penumpang lima bus untuk turun, karena ramainya di bawah, jelasnya.Makanya kami sambut baik, ini luar biasa skrining antigen juga untuk melayani semuanya, sambungnya.

Menurutnya, seluruh pengunjung Malioboro sudah dipastikan mereka melalui skrining Sugeng Rawuh. Artinya sebagian besar yang masuk ialah yang sudah vaksinasi. Kendati begitu, pihaknya terus berupaya mencari wisatawan secara acak yang belum terlayani vaksin bisa dilakukan vaksinasi. Akhir pekan lalu dengan sistem acak ada sepuluh orang yang ditemukan. Tapi ini membuat kami lega justru karena orang-orang dari luar Jogja yang masuk Malioboro sudah sadar diri harus vaksin, terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan skrining kepada pelaku usaha tersebut sifatnya sampling. Dan dilaksanakan pada waktu pelayanan mobil vaksin dan skrining acak di Hotel Mutiara setiap Sabtu dan Minggu pukul 15.00-17.00. Digabung semua dengan pedagang malioboro dan juga wisatawan, katanya.

Emma tidak menampik sejauh sudah dilangsungkan skrining kepada para pedagang kemarin mendapati kendala. Salah satunya, tingkat kehadiran mereka yang masih diklaim kurang atau minim. Dari 30 orang kuota yang disiapkan per hari, hanya diantara 16 orang saja yang hadir. Memang tidak mudah karena PKL ini banyak kendalanya. Kita juga tidak tahu kendalanya dimana, memang kalau tidak ada butuhnya mereka nggak mau diperiksa, kalau butuh ya baru mau, tambahnya. (wia/pra)

Artikel Asli