Kementrian PUPR Akomodir Permintaan Bupati

Nasional | radarjogja | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:45
Kementrian PUPR Akomodir Permintaan Bupati

RADAR JOGJA Tim Bupati untuk Percepatan Penyelenggaraan Pembangunan (TBUP3) Kabupaten Gunungkidul mengklaim, persoalan air bersih di Gunungkidul segera teratasi. Kepastian itu muncul setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan penegasan realisasi anggaran.

Pada Jumat (24/12) Kepala BBWS SO melalui panggilan telepon kepada Anggota TBUP3 mengonfirmasi bahwa Kementerian PUPR mengakomodir permohonan Bupati Gunungkidul untuk penyediaan WTP (Water Treatment Plant) 200 liter per detik pada Tahun Anggaran 2022, kata Ketua TBUP3 Kabupaten Gunungkidul Bambang Riyanto saat dihubungi Senin (27/12).

Adapun berdasarkan detail engineering design (DED) yang disusun PDAM Tirta Handayani, nilai WTP ini mencapai Rp 60 Miliar. Menteri Basuki Hadimuljono berpesan agar WTP ini dimanfaatkan dengan baik. Otomatis jika terbangun 200 liter per detik kualitas dan kuantitas meningkat. Bisa menyala 24 jam tidak ada lagi sistem giliran, ucapnya.

Di samping mengoptimalkan idle capacity di Sumber Air Baku Sungai Bawah Tanah (SABSBT) Seropan, juga untuk meningkatkan K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas) penyediaan airminum. Sebagaimana diketahui bahwa debit SAB SBT Seropan mencapai 950 liter per detik baru termanfaatkan sekitar 175 liter per detik dengan kapasitas Water Treatment Plant (WTP) sekitar 75 liter per detik.Hal ini mengakibatkan pelayanan air minum kepada masyarakat kurang optimal, ungkapnya.

Nanti pelayanan air tersebut mencakup Ponjong, karangmojo, Semanu sebagian Wonosari, Semin dan Ngawen. Diakui, selama ini permasalahan air, hujan lebat lebat keruh, karena kemampuan WTP kurang 75 liter per detik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Irawan Sujatmiko mengatakan, terbatasnya kuantitas air minum mengakibatkan cakupan layanan terbatas, sehingga sebagian pelanggan tidak dapat dilayani 24 jam. Sedangkan masalah menahun yang sampai saat ini belum dapat diatasi adalah tentang kondisi air keruh di musim hujan karena kurangnya kapasitas WTP, sehingga pelayanan harus dihentikan apabila terjadi banjir di sungai bawah tanah. Informasi terbaru, Kementerian PUPR mengakomodir permohonan Bupati Gunungkidul untuk penyediaan WTP, kata Irawan Sujatmiko. (gun/pra)

Artikel Asli