Swab Acak di Titik Perbatasan

Nasional | radarjogja | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:23
Swab Acak di Titik Perbatasan

RADAR JOGJA Persebaran Omicron menjelang tahun baru 2022 perlu diwaspadai. Sebagai langkah preventif maka diperlukan konstistensi menjalankan protokol kesehatan (prokes). Baik secara perorangan, ruang publik dan layanan umum. Disamping itu perlunya penegakan pengawasan di titik-titik keramaian.

Sebagai upaya mengantisipasi persebaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerjasama dengan TNI/Polri akan melakukan swab sampling di titik-titik perbatasan dan keramaian bekerjasama dengan TNI/Polri. Sebanyak 100 swab acak akan dilaksanakan di titik perbatasan Tempel dan Prambanan. Dengan kuota masing-masing 50 sampel. Pemkab, juga berencana menggelar swab di area wisata.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pengendara yang masuk ke wilayah Sleman harus memenuhi syarat perjalanan. Yakni, menunjukkan swab antigen dan bukti vaksin. Pengendara yang tidak dapat menunjukkan dua syarat tersebut maka akan dilakukan swab antigen dan vaksinasi langsung diperbatasan.

Jika tidak berubah skemanya sekitar 50 per hari itu dibagi dalam tiga shif, kata Yuli sapaan akrabnya ditemui usai kegiatan rapat koordinasi penvegahan dan pengendalian Covid di-19 gedung Setda Sleman, belum lama ini. Bila nantinya didapati kasus positif Covid-19, maka langsung dijemput ke isoter, di Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji, Sinduadi, Mlati.

Terkait munculnya kasus Omicorn di Indonesia, dinkes telah mensiagakan dan menjamin persediaan oksigen dan fasilitasi kesehatan aman.
Demikian juga Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo telah mengimbau Satgas Covid-19 tingkat RT kembali diaktifkan untuk melakukan pengawasan misalnya ada yang nekat mudik diminta melakukan isolasi mandiri (isoman).

Persiapan lainnya juga dilakukan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. Kepala BPBD Makwan menyebutkan, menghadapi nataru instansinya mensiagakan personelnya selama 24 jam untuk membantu penanganan Covid-19. Posko dekontaminasi, tim pemulasaran dan pemakaman jenazah juga disiagakan. Bahkan ditingkat tim relawan di tingkat kapanewon turut diminta melakukan pengawasan di masing-masing wilayahnya. Termasuk antar jemput bagi kasus positif saat mengikuti swab sampling di titik-titik sampling untuk dibawa ke isoter. Bila ditemukan (positif, Red), kami siap menjemput, ungkapnya mantap.

Kendati begitu, dia berharap Sleman tidak ditemukan kasus dan tetap landai di penghujung tahun ini. Disebutkan, selama satu bulan ini, kasus kematian terkonfirmasi Covid-19 melandai. Dalam satu bulan terakhir, tim dekontaminasi BPBD Sleman hanya melakukan pemulasaraan jenazah sekali. (mel/bah)

Artikel Asli