Jenazah Korban Pembunuhan Dibawa ke Mapolresta Sorong Kota, Kapolres: Kita Akan Tangkap Pelakunya!

Nasional | okezone | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 09:03
Jenazah Korban Pembunuhan Dibawa ke Mapolresta Sorong Kota, Kapolres: Kita Akan Tangkap Pelakunya!

SORONG - Kapolresta Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan murka ketika sejumlah orang membawa jenazah ke Mapolresta Sorong Kota. Jenazah tersebut adalah Irfan Warfandu, korban pembunuhan. Kedatangan para kerabat korban dengan membawa jenazah membuat adu mulut antara pihak kerabat korban dan polisi.

"Kalian tidak usah minta ke saya (penyelidikan dan pengungkapan kasus pembunuhan) itu sudah kerjaan (tugas) saya. Saya cari itu pelakunya pasti, ini kita proses, kita cari, tangkap, ini kita sedang kerja. Sebelum kalian datang ke sini, sejak anggota kita menerima laporan, kita sudah bekerja dari awal, kita kerja cepat dan korban kita antar ke rumah sakit, proses di TKP kita lakukan, semua kita kerja," tegas Ary kepada warga.

Ary bahkan menyesalkan sikap warga atau kerabat korban yang tidak menghargai Jenazah yang seharusnya langsung di makamkan, malah di bawa ke kantor Polisi.

"Kalian lebih baik bawa jenazah ini untuk dimakamkan, kalian tidak menghargai jenazah, jangan jadi kebiasaan bawa-bawa jenazah ke kantor Polisi, kasihan itu jenazah sudah di bersihkan, di sholati, kan harusnya langsung di makamkan, ini tidak bagus cara-cara Kalian seperti ini dan jadi kebiasaan, apa-apa sedikit jenazah di bawa ke kantor Polisi. Itu tidak boleh," tuturnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak kepolisian setempat, pihak keluarga korban langsung balik kanan dan membawa korban untuk di makamkan. Kapolresta Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan kepada wartawan mengatakan pihaknya sejak awal mendapatkan laporan langsung bergerak untuk melakukan evakuasi jenazah, olah TKP dan terus melakukan penyelidikan.

"Awal kan (mendapat laporan) kita sudah langsung ke TKP. Sampai kita ambil itu, bawa jenazah dari pinggir sungai tadi, kita Evakuasi ke rumah sakit. Dan sudah di visum, dari hasil visum tadi diketahui ada 30 luka tusukan penganiayaan," ujarnya.

Artikel Asli