Orang yang Lolos Karantina Diawasi Pemerintah

Nasional | radartegal | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 08:20
Orang yang Lolos Karantina Diawasi Pemerintah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengawasi seorang yang positif terinfeksi varian Omicron, tapi lolos dari fasilitas karantina di Wisma AtletJakarta.

Pemerintah juga berjanji akan mengevaluasi kebijakan selama ini, untuk memperbaiki pengelolaan pelayanan karantina. Tujuannya agar tidak ada lagi warga yang lolos.

"Orang tersebut sudah dalam pengawasan. Kami juga tengah melakukan perbaikan, agar hal tersebut tidak terulang kembali," ujar Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi di Jakarta, Senin (27/12).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Wisma Atlet bukan fasilitas karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Fasilitas RSDC Wisma Atlet untuk Isolasi dan perawatan yang positif COVID-19. Sedangkan untuk pelaksanaan karantina bagi WNI PPLN dapat dilakukan di fasilitas rusun-rusun atau tempat lain yang telah disiapkan, tegas Airlangga di Jakarta, Senin (27/12).

Dia menjelaskan WNI PPLN yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa, atau pegawai pemerintah yang kembali dari Perjalanan Dinas Luar Negeri, menjalani karantina di fasilitas karantina pemerintah. Selain itu, mereka wajib melakukan Tes PCR dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

Sedangkan, bagi WNI di luar kriteria tersebut, dan bagi para WNA, termasuk diplomat asing (di luar Kepala Perwakilan Asing dan Keluarga), harus menjalankan karantina di tempat akomodasi/hotel karantina serta wajib melakukan tes PCR dengan biaya sendiri.

"Untuk kepala perwakilan asing dan keluarganya yang bertugas di Indonesia, dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing," imbuhnya.

Fasilitas karantina pemerintah yang dimaksud Airlangga yaitu di Rusun Pademangan, Pasar Rumput, dan Nagrak. Kapasitas fasilitas itu sebanyak 13.618 orang.

Alternatif fasilitas karantina pemerintah lainnya ada di Rusun Pulogebang, Daan Mogot dan LPMP. Kapasitasnya sebanyak 3.612 orang. Sedangkan karantina di hotel swasta berkapasitas 16.588 kamar. (rh/zul)

Artikel Asli