Seniman Teater Azwar AN Tutup Usia dengan Senyuman

Nasional | radarjogja | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 08:07
Seniman Teater Azwar AN Tutup Usia dengan Senyuman

RADAR JOGJA Azwar Anwar atau yang lebih dikenal dengan Azwar AN, tutup usia. Seniman teater itu meninggal dunia Senin (27/12) dalam usia 84 tahun.

HERRY KURNIAWAN, Jogja, Radar Jogja

Jenazah pendiri Teater Alam serta penggagas Pakyo ini meninggal dunia di rumahnya, Griya Wirokerten Indah, Kotagede, sekira pukul 01.40 dini hari. Azwar AN dimakamkan di pemakaman yang tak jauh dari kediamannya, yakni Makam Alas Buthak.

Cucu pertama Azwar AN, Muhammad Farid Alfanza menyebut kakeknya selama ini tidak pernah mengeluh sakit. Namun dalam beberapa hari terakhir kondisinya menurun. Sebelum meninggal sempat dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Bethesda, katanya.

Lebih lanjut sosok yang akrab disapa Fanza itu menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Azwar AN sudah tidak terlalu aktif berkegiatan. Namun ia tetap menerima siapa saja yang mau berkunjung ke rumahnya. Apalagi untuk membahas soal kesenian drama dan teater. Paling kalau ada orang yang mau diskusi, yang datang ke rumah, jelas Fanza.

Azwar AN adalah seniman berbakat kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, pada 6 Agustus 1937. Sebelum memulai menjadi sutradara, Azwar merupakan seorang aktor teater dan film.

Ia memulai karier di panggung teater sejak dekade 50-an dan tampil di berbagai pertunjukan seperti Pemetik Lada, Ayahku Pulang, dan Terima Kasih, Pujaanku.

Azwar kemudian bergabung dengan Bengkel Teater yang didirikan WS Rendra pada 1967. Dalam kelompok teater itu, ia mengembangkan bakatnya menjadi sutradara dalam sejumlah pertunjukan.

Beberapa pertunjukan yang diarahkan Azwar di Bengkel Teater adalah Oedipus Rex, Hamlet, Machbet, Qasidah Al Barzanji, Modom-Modom, Menunggu Godod, dan Dunia Azwar.

Pada dekade 70-an, Azwar terjun ke dunia film sebagai aktor. Ia sempat bermain dalam film Bing Slamet Koboi Cengeng pada 1974. Dalam film itu pula ia mendapatkan tugas lain yaitu sebagai asisten sutradara alias astrada.
Azwar juga bermain sebagai aktor dalam film Ateng Mata Keranjang pada 1975, Tiga Cewek Bandung pada 1975, dan Janur Kuning pada 1979. Ia juga pernah menjadi astrada untuk film Kampus Biru (1976) yang legendaris.

Ia debut sebagai sutradara dalam film Tiga Cewek Indian pada 1976, lalu berlanjut dengan film Tante Sundari pada 1977, dan Gara-Gara Janda Kaya pada 1977. Salah satu karya Azwar yang dikenal adalah film yang dibintangi Ateng dan Iskak, Kejamnya Ibu Tiri Tak Sekejam Ibu Kota pada 1981.

Dalam kesempatan takziah tersebut hadir banyak kalangan dari dunia seni dan budaya. Salah satunya Emha Ainun Najib. Sosok yang akrab disapa Cak Nun itu mengungkapkan, sudah mengenal Azwar AN sejak lebih dari 50 tahun lalu.

Cak Nun juga menyatakan sebenarnya dirinya dan seniman teater DIJ yang lain sedang melunasi utang janji kepada Azwar AN. Janji yang dimaksud adalah menyelenggarakan pagelaran teater bersama-sama seniman teater seluruh DIJ.
Cak Nun menyebut janji itu terucap lebih dari 40 tahun yang lalu. Bulan lalu kami baru saja datang ke rumah ini untuk membahas rencana itu. Beliau waktu itu semangat dan bahagia sekali, kisahnya.

Meski Azwar AN sudah meninggal dunia, pagelaran teater akan tetap dijalankan. Tepatnya pada akhir Maret 2022 mendatang. Tetap jalan dengan melibatkan seniman teater DIJ dari berbagai kalangan. Kami semua bersatu, tegas ayah Sabrang Mowo Damar Panuluh itu.

Tak lupa, Emha juga mendoakan yang terbaik untuk almarhum Azwar AN. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan rezeki yang berlimpah.

Azwar AN sendiri pernah menjadi tenaga pengajar program studi S1 dramaturgi jurusan teater fakultas seni pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta pada 1985-1988. Dia mengajar mata kuliah bidang pemeranan I dan penyutradaraan I.

Dimata dosen dan praktisi Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan lSI Jogjakarta Nur Iswantara, Azwan AN merupakan sosok yang membumi. Ia merupakan tenaga pengajar luar biasa, penuh semangat dan memotivasi mahasiswa dalam studi.

Bang Azwar sebagai alumni Asdrafi, Bengkel Teater Rendra dan Pimpinan Teater Alam Jogjakarta memiliki kemampuan pengetahuan dan skill memadahi dalam mengajar mahasiswa pada zamannya, kata Nur.

Dia menilai Azwar sebagai seniman teater dan film memiliki pribadi yang menarik. Dalam kuliah praktik pemeranan sangat disiplin. Jika berdiskusi di ruang publik selalu tampil atraktif, humoris, dan santun, tandasnya. (mel/laz)

Artikel Asli