Israel Uji Coba Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 08:04
Israel Uji Coba Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat

JawaPos.com Sebuah rumah sakit di Israel pada Senin (27/12) memberikan dosis vaksin Covid-19 keempat kepada kelompok uji coba. Hal itu dilakukan saat otoritas mempertimbangkan izin dosis keempat bagi populasi rentan dalam upaya menekan lonjakan infeksi akibat varian Omicron.

Studi yang dilakukan oleh RS Pusat Medis Sheba di Ramat Gan di luar Tel Aviv akan meninjau efikasi vaksin dalam menghasilkan antibodi dan keamanan, untuk memastikan apakah vaksin keempat secara umum diperlukan. Hal ini dikatakan oleh seorang juru bicara RS tersebut. Seluruh 150 partisipan adalah petugas kesehatan.

Panel ahli Kementerian Kesehatan pada pekan lalu merekomendasikan agar Israel menjadi yang pertama dalam memberikan dosis keempat, alias penguat (booster) kedua, bagi orang-orang berusia 60 tahun ke atas, penderita gangguan imun dan petugas medis. Usulan itu disambut baik oleh otoritas pusat Israel.

Hanya saja, dosis keempat sedang menunggu keputusan akhir dari Dirjen kemenkes, Nachman Ash. Ash adalah dokter medis yang keputusannya akan ditetapkan tanpa campur tangan pemerintah.

Mengingat kekhawatiran tentang minimnya data pengujian, Ash dapat mengubah kriteria kelayakan dengan menaikkan ambang batas usia menjadi 70 tahun dan menghapus petugas medis dari daftar partisipan. Kemenkes Israel tidak mengonfirmasi atau menyangkal hal itu, atau memberi tahu kapan keputusan Ash ditetapkan.

Berdasar data dari Kemenkes, sekitar 63 persen dari 9,4 juta populasi Israel telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. Hampir 45 persen populasi juga telah menerima dosis ketiga alias booster.

Saat ini, terdapat hampir 2.000 kasus terkonfirmasi atau kasus yang diduga tertular Omicron. Israel menjadi negara yang tercepat dalam meluncurkan vaksinasi awal tahun lalu sekaligus menjadi yang pertama yang mengamati bahwa imunitas menurun seiring berjalannya waktu. Otoritas menanggapi situasi tersebut dengan memperluas program vaksin booster.

Artikel Asli