Omicron Ciptakan Rekor Covid di Banyak Negara

Nasional | republika | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 06:50
Omicron Ciptakan Rekor Covid di Banyak Negara

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Infeksi varian omicron telah menciptakan rekor kasus Covid-19 di sejumlah negara. Beberapa negara termasuk Prancis dan Italia melaporkan rekor tertinggi harian baru Covid-19 akibat omicron.

Varian baru diketahui punya kemampuan lebih menular daripada yang lainnya, semisal delta dan alpha. Sejumlah negara di dunia pun dianggap tengah bersiap untuk lonjakan baru setelah musim Natal dan liburan tahun baru.

Pecahkan rekor di Prancis, Italia, Australia

Pejabat pemerintah Prancis mengumumkan lebih banyak aturan pembatasan sosial karena kasus infeksi menembus 100.000 per hari. Angka itu sekaligus menjadi rekor tertinggi harian di Prancis. Pemerintah memberlakukan batasan pada pertemuan besar di dalam dan luar ruangan selama tiga pekan ke depan, bersama dengan persyaratan masker yang ditingkatkan dan anjuran kerja dari rumah, menurut Reuters , dilansir dari laman Cidrap , Senin (27/12). Langkah-langkah lain yang dilakukan pejabat kesehatan Prancis, termasuk bukti vaksinasi.

Italia pada Hari Natal melaporkan rekor tertinggi harian ketiga berturut-turut, dengan 54.762 kasus baru. Inggris Raya, saat ini menjadi salah satu titik panas omicron terbesar di Eropa. Badan Keamanan Kesehatan (HSA) melaporkan lebih dari 98.000 kasus Covid-19. Lembaga juga mengkonfirmasi 45.307 kasus omicron sehingga totalnya menjadi 159.932. Sejauh ini, ada 407 pasien telah dirawat di rumah sakit karena omicron, dan 39 orang telah meninggal.

Di tempat lain, Australia melaporkan total kasus harian terbesarnya, bersama dengan kematian pertama yang diketahui akibat omicron. Kematian ini diidentifikasi sebagai seorang pria Sydney berusia 80-an yang memiliki masalah kesehatan penyerta, menurut Reuters.

Kemudian kasus infeksi telah meningkat tajam dan berada pada level tertinggi 21 bulan, terutama didorong oleh wabah yang sedang berlangsung di Kota Xian, China menurut South China Morning Post. Komisi Kesehatan Nasional di negara berpenduduk 13 juta itu melaporkan 162 kasus lokal, termasuk 150 di Xian.

Artikel Asli