Gubernur Jatim Sebut Jembatan Suramadu Ditutup saat Malam Tahun Baru

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 06:10
Gubernur Jatim Sebut Jembatan Suramadu Ditutup saat Malam Tahun Baru

JawaPos.com Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Jembatan Suramadu akan ditutup saat malam Tahun Baru 2022. Yakni mulai pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Jam delapan malam pada 31 Desember 2021 ditutup, lalu dibuka pada jam 5 pagi pada 1 Januari 2022, ujar Khofifah seperti dilansir dari Antara di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Menurut dia, kebijakan tersebut diambil sebagai salah satu upaya mengantisipasi berkumpulnya masyarakat pada malam pergantian tahun. Sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 yang sampai sekarang belum berakhir.

Selain menutup jembatan sepanjang 5,4 kilometer tersebut, lanjut Khofifah, pada waktu sama juga dilakukan penutupan untuk seluruh alun-alun di 38 kabupaten/kota di Jatim. Tak itu saja, seluruh jalan-jalan utama yang berpotensi digunakan untuk berkumpulnya masyarakat dan konvoi juga dipastikan ditutup pada jam sama.

Kalau di Surabaya semisal di kawasan Kenjeran, lalu Jalan Tunjungan, Raya Darmo, dan sekitarnya. Semua dipastikan tutup mulai jam delapan malam, ucapKhofifah.

Namun, menurut dia, beberapa pengecualian masih diperbolehkan melintas. Seperti kendaraan yang kaitannya dengan logistik, bahan bakar minyak, kedaruratan terutama layanan kesehatan.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mengingatkan tak ada perayaan malam pergantian tahun di seluruh kawasan, termasuk berkumpul, menyalakan kembang api maupun pawai keliling kota. Bagi yang berkumpul bersama keluarga dan kerabat dibatasi tidak boleh lebih dari 50 orang, terang Khofifah.

Mari jaga semua suasana yang sangat baik. Insya Allah Covid-19 di Jatim saat ini terkendali dan jangan sampai lengah protokol kesehatan di setiap lini, di manapun berada, tambah dia.

Khofifah telah mengimbau masyarakat untuk membatasi mobilitas menjelang masa liburan dalam rangka Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Imbauan tersebut diikuti dengan beberapa upaya konkret di sektor transportasi dan pariwisata untuk mengantisipasi masuknya gelombang ketiga, terutama virus varian baru Covid-19, Omicron.

Artikel Asli