Menyayangi Sehebat Nabi, Mencintai Sejantan Ali

Nasional | republika | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 01:13
Menyayangi Sehebat Nabi, Mencintai Sejantan Ali
Di bawah kubah hijau bersemayam Rasulullah dan dua sahabat sekaligus ayah mertua beliau tercinta, Abu Bakr dan Umar Ibnu Khattab. Dua sahabat yang bersemayam di samping Rasulullah itu sempat melamar putrinya, Fatimah, namun ditolak. Namun Rasulullah menikahkan Fatimah dengan sepupunya, Ali Bin Abdul Manaf. Foto: Republika/Karta Raharja Ucu

Menikahi orang yang kita cintai itu kemungkinan. Tetapi mencintai orang yang kita nikahi itu kewajiban.

Seperti halnya Rasulullah yang mencintai Ummu Hani, sepupu sekaligus putri paman tercintanya; Abu Thalib. Rasulullah tak pernah menikahi Ummu Hani yang beliau cintai karena dua kali lamaran Rasulullah ditolak.

Namun, setelah menikahi Khadijah, cinta Rasulullah kepada Khadijah begitu dalam dan tak tergantikan. Sampai saking kuatnya cinta Rasulullah untuk Khadijah, menerbitkan cemburu istri-istri yang lain.

Atau kisah cinta Ali bin Abi Thalib kepada Fatimah binti Muhammad. Diam-diam Ali menyimpan cinta untuk putri yang paling dicintai Rasulullah itu.

Namun, Ali siap merelakan ketika Abu Bakr dan Umar Ibnu Khattab melamar Fatimah. Cinta tidak pernah meminta untuk menanti, ia mengambil kesempatan atau siap merelakan.

Ketika tahu lamaran Abu Bakr dan Umar ditolak, Ali yang menyimpan hormat, sayang, dan segan melangkah jantan menemui Rasulullah, bermaksud melamar Fatimah.

Ahlan wa sahlan...

Lamarannya diterima, dan Ali menikahi Fatimah yang ternyata juga telah lama menyimpan hati untuk Ali.

Artikel Asli