Erick Thohir Buat Indonesia Wujudkan Kemandirian Vaksin

Nasional | sindonews | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 00:45
Erick Thohir Buat Indonesia Wujudkan Kemandirian Vaksin

JAKARTA - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Erick Thohir berupaya maksimal dalam menangani pandemi. Upaya tersebut di antaranya mewujudkan kemandirian vaksin Indonesia.

"Lagi berusaha kita dengan yang namanya vaksin BUMN. Karena enggak mungkin kita pakai vaksin asing terus," tutur Erick, Senin (27/12/2021),

Dalam prosesnya, Erick membentuk Holding BUMN Farmasi yang terdiri dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Indofarma (Persero) Tbk dan PT Bio Farma (Persero) sebagai induknya. Bio Farma sendiri merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang farmasi dan merupakan satu-satunya produsen vaksin di Indonesia serta terbesar di Asia Tenggara.

Di masa pandemi, Erick mendorong Bio Farma untuk bisa memproduksi vaksin Covid-19 yang diberi nama Vaksin BUMN melalui kerja sama universitas di dalam dan luar negeri. Ia menjelaskan pada 13 Desember lalu telah dimulai uji klinis vaksin tersebut.

Erick berharap uji klinis vaksin berjalan lancar dan tahun depan Indonesia mampu memproduksi vaksin secara mandiri dan menekan impor vaksin. "Tentu kita harapkan dengan uji klinis ini kesatu lalu kedua dan ketiga, kita juga bisa menekan impor vaksin di tahun depan. Kita siap memproduksi 77 juta (dosis) untuk langkah awal yang bisa mulai Insya Allah di bulan Juli," ucapnya.

Vaksin sendiri menjadi hal mutlak untuk melindungi masyarakat selama masa pandemi. Vaksin juga diperlukan untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok di tengah masyarakat. Hingga pertengahan Desember, Erick bersama Bio farma telah mendistribusikan 279.292.296 dosis vaksin Covid-19 ke 34 provinsi di Indonesia.

Dari pendistribusian tersebut, berdasarkan data Kominfo, lebih dari 109 juta penduduk Indonesia telah menerima dosis lengkap. Angka tersebut melebih target yang ditetapkan oleh WHO yakni 40 persen dari total populasi negara dan Indonesia menjadi pusat perhatian dunia atas keberhasilan tersebut. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kontribusi nyata Erick sebagai Ketua Pelaksana KPC-PEN.

Artikel Asli