CBA: Klaim Bakamla Selamatkan Rp 4 Triliun Uang Negara Harus Diaudit

Nasional | rmol.id | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 22:40
CBA: Klaim Bakamla Selamatkan Rp 4 Triliun Uang Negara Harus Diaudit

RMOL.Capaian kerja Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang diklaim telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 4 triliun dipertanyakan Koordinator Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman.

Jajang meragukan hal tersebut lantaran mencatat dari tahun 2014 sampai 2019 Bakamla mendapatkan disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Badan ini (Bakamla) sangat sulit diaudit masalah transparansi. Sampai banyak proyek yang dikerjakan amburadul," ujar Jajang, Minggu (26/12).

Jajang memaparkan, pada tahun 2020 Bakamla mendapat banyak catatan dari BPK, meskipun laporannya diberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Belum lagi, lanjut Jajang, masalah korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengadaan Backbone Coastal Surveillance System(BCSS) yang bernilai Rp 134,416 miliar.

Sehingga Jajang memandang klaim Bakamla yang telah menyelamatkan uang negara sangat kontradiktif dengan laporannya di Komisi I DPR, bahwa jumlah kapal yang beroperasi sangat terbatas dan ditambah kesulitan bahan bakar.

"Tapi tiba-tiba di akhir 2021 Bakamla mengklaim telah menyelamatkan Rp 4 triliun uang negara, ajaib memang," tandasnya.

Jajang menuturkan, soal klaim capaian Bakamla tersebut harus dijelaskan secara gamblang oleh Kepala Bakamla, Laksdya TNI Aan Kurnia, karena posisi Bakamla sendiri tidak seperti Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Kejaksaan atau KPK.

Menurutnya, sekelas APH juga tidak bakal sembarangan mengklaim angka-angka soal temuan kerugian negara, karena harus berdasarkan audit BPK.

"Klaim Bakamla soal menyelamatkan uang negara Rp 4 triliun harus jelas apakah itu hasil kerja dari Bakamla atau Menteri Kelautan, atau kerja keras TNI AL, karena aturan soal penindakan di wilayah laut memang kacau balau siapa yang paling berwenang," tuturnya.

"Agar lebih gamblang, sebaiknya klaim Bakamla diaudit oleh BPK. Tindakan Bakamla jangan sampai melanggar aturan atau overlapping," tegasnya.

Saat konferensi pers di Kantor Bakamla, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/12), Kepala Bakamla, Laksdya TNI Aan Kurnia menyatakan, Bakamla berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 4 triliun sepanjang 2021.

"Bakamla RI berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga mencapai Rp 4 triliun lebih dari berbagai penindakan seperti penangkapan tanker ilegal, penangkapan IUUF, penangkapan narkoba dan kapal sitaan," ujar Aan.

Aan menjelaskan, outputyang telah terlaksana sepanjang 2021 berdasarkan bidang kerja Bakamla antara lain bidang operasi latihan, bidang kebijakan strategi, bidang kerja sama, bidang informasi, hukum, dan organisasi.

Kemudian, lanjut Aan, Bakamla menyimpulkan bahwa tahun ini pihaknya bersama dengan instansi terkait dapat meningkatkan daya tangkal terhadap perilaku atau anomali di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

"Dengan aksi tegas meng-intersep kapal-kapal seperti kapal Tiongkok di ALKI dan kapal tanker Yunani di ALKI III serta penangkapan kapal tanker transhipment illegal di perairan Indonesia," jelasnya.

Selanjutnya, Aan menyebut Bakamla dapat menunjukkan intensi kuat terhadap penguasaan Laut Natuna Utara melalui shadowingkapal pemerintah Tiongkok, dan mengamankan kegiatan operasi drillingSKK Migas dengan baik dan lancar.

Dia menambahkan, Bakamla dapat meningkatkan kepercayaan stakeholder dengan meningkatnya interaksi kerja sama baik di dalam maupun luar negeri, serta mendapatkan dukungan untuk membentuk ASEAN Coast Guard Forum.

"Dengan keberhasilan dan pencapaian di tahun 2021, Bakamla RI tidak berpuas diri dan terus berusaha meningkatkan kinerjanya dengan berbagai upaya," kata Aan.

Lebih lanjut, Jajang berharap kepada seluruh stakeholder yang memiliki kewenangan penegakan hukum di luar untuk mampu bersinergi dan bersatu padu dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan laut Indonesia.

"Serta menjaga kedaulatan perairan Indonesia demi masa depan bangsa lebih maju," pungkasnya. []

Artikel Asli