Jelang Tahun Baru, Harga Elpiji, Telur, Minyak Goreng Hingga Cabai Naik

Nasional | republika | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 22:35
Jelang Tahun Baru, Harga Elpiji, Telur, Minyak Goreng Hingga Cabai Naik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Pertamina resmi menaikkan harga elpiji nonsubsidi untuk tabung 12 kg dan 5,5 kg. Selain kenaikan harga elpiji, jelang pergantian tahun, masyarakat juga dihadapi kenaikkan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Awal November, masyarakat harus menerima kenyataan harga minyak goreng naik signifikan. Harga minyak goreng yang semula dibanderol Rp 11.000 - Rp 12.000 per liter naik jadi Rp 20.000 per liter.

Bahkan hingga Ahad (26/12), penelusuran Republika.co.id di salah satu supermarket di bilangan Jakarta Selatan, harga minyak goreng ukuran 2 liter masih dibanderol dengan harga termurah Rp 39.000 sampai Rp 42.000.

Tak hanya minyak goreng, telur sejak awal Desember harganya pun melambung. Dari yang semula dibanderol Rp 19.000 per kilo, saat ini harga eceran tertinggi di wilayah DKI Jakarta ada yang mencapai Rp 31.000 per kg.

Sedangkan komoditas cabai rawit, di Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Palmerah dibanderol Rp 95.000 - Rp 100.000 per kilogram. Sebelumnya, di bulan November harga cabai sempat mengalami kenaikan dari yang biasanya Rp 60.000 per kilo menjadi Rp 75.000 per kilo dan terus naik hingga menyentuh angka Rp 100.000 per kilo di Ahad (26/12).

Sepekan sebelum tutup tahun 2021, masyarakat kembali dikejutkan dengan keputusan pemerintah melalui Pertamina untuk menaikan harga elpiji 12 kg dan 5,5 kg. PT Pertamina (Persero) resmi mengubah harga jual elpiji non subsidi. Kenaikan harga elpiji 12 kg dan 5 kg ini berkisar antara Rp 1.600 - Rp 2.600 per kg.

Beberapa pangkalan di wilayah Kebayoran Lama dan Grogol harga gas tabung 12 kg di banderol Rp 163.000 yang semula dibanderol Rp 155.000. Sedangkan untuk gas tabung 5,5 kg dibanderol Rp 76.000 yang sebelumnya dibanderol Rp 68.500 per tabung.

Harga yang sama juga terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat untuk tabung 12 kg dibanderol Rp 163.000 yang semula dibanderol Rp 152.000 sedangkan untuk gas tabung 5,5 kg juga dibanderol Rp 76.000 semula dibanderol Rp 68.000.

Artikel Asli