Sebut Disusupi Komunis Gaya Baru, GNPF Ulama Sayangkan Rezim Jokowi

Nasional | radartegal | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 22:11
Sebut Disusupi Komunis Gaya Baru, GNPF Ulama Sayangkan Rezim Jokowi

Rezim pemerintahan Joko Widodo saat ini dianggap telah disesaki oleh komunis gaya baru sehingga para penista agama maupun penghina Rasulullah bebas berkeliaran. Hal ini seperti dikatakan Ketua GNPF Ulama Ustaz Yusuf Martak.

Dikutip dari RMOL, Yusuf menyebut Rusia merupakan sebuah negara yang penduduknya bukan mayoritas Islam.

Akan tetapi, presidennya justru melindungi dan melarang masyarakatnya menghina simbol-simbol agama Islam maupun agama lain.

Namun, Jokowi berbeda dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang membela Nabi Muhammad SAW.

Hal itu kata Yusuf, dikarenakan pemimpin sekelas Putin adalah pemimpin level dunia yang setara dengan negara negara super power yang lain seperti Amerika, Eropa dan lainnya.

Bagi negara besar seperti Rusia siapapun pemimpin atau presidennya selalu akan menjalankan konstitusi dan garis-garis haluan negara yang sudah menjadi dasar tata negara mereka.

"Bukan sesuai selera presiden yang sedang memimpin kadang ada yang cenderung otoriter berpihak pada oligarki," ujar Yusuf, Minggu (26/12).

Namun kata Yusuf, hal tersebut berbeda dengan Indonesia yang saat ini sangat ramai bermunculan penistaagama, khususnya Islam.

Bahkan Yusuf Martak melihat saat ini banyak yang mengaku beragama Islam tetapi aslinya Islamphobia dan seperti menjadi komunis gaya baru.

Argumentasi Yusuf Martak mengatakan hal itu karena banyak laporan pada orang yang terindikasi penista agama tidak ditindak oleh aparat. Kata Yusuf Martak, banyak buzzer sampah peradaban bangsa yang sampai saat ini kesannya mendapat perlindungan pihak tertentu.

"Apakah apabila aparat tidak menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat lalu pimpinan aparatnya ditegur oleh presiden?" jelas Yusuf.

Bahkan kata Yusuf, para buzzer tersebut juga diyakini melaporkan kepada pimpinannya atas karya-karya penghinaan mereka yang membuat gaduh masyarakat.

"Mustahil orang yang beragama Islam rela membayar buzzer-buzzer penjilat untuk agamanya dihinakan dan dinista, berarti mereka aslinya adalah komunis gaya baru yang sedang menyusun kekuatan," kata Yusuf.

Yusuf pun mengingatkan kepada aparat penegak hukum untuk tidak terus-menerus cuek dengan tidak mengambil tindakan pada para penista yang menggaduhkan negara.

"Maka jangan menyesal bila suatu saat kesabaran umat Islam telah hilang dan mengambil cara dan jalannya sendiri," tegas Yusuf. (RMOL/ima)

Artikel Asli