Gerak Cepat! Polisi Selidiki Isu Sertifikat Vaksin Bodong

Nasional | gatra.com | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 21:41
Gerak Cepat! Polisi Selidiki Isu Sertifikat Vaksin Bodong

Labusel, Gatra.com - Dampak dari unggahan di akun Facebook Sawal Pane terkait dugaan jual beli sertifikat vaksinasi bodong oleh oknum petugas Puskesmas Ulumahuam, Kecamatan Silangkitang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut, memanas.

Selain oknum bidan yang dituding telah membuat bantahan, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Labusel juga ikut mengklarifikasi persoalan tersebut.

Riuhnya pemberitaan tersebut mendapatperhatian Polres Labuhanbatu.Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti kala dikonfirmasi mengaku akan menindaklanjuti informasi tersebut.

"Terima kasihakan saya sampaikan ke Kasat Reskrim untuk ditindaklanjuti," balasnya melalui pesan WhatsApp , Jumat (24/12).

Sementara, Kasat Reskrim, AKP Rusdi Marzuki menanggapi serupa. Ia menjelaskan akan melakukan penyelidikan. "Kami lidik [selidiki] dulu, Bang," ujarnya.

Sebelumnya, akun Facebook Sawal Pane mengunggah screenshot dugaan pembicaraan dengan seseorang yang membeberkan dugaan jual beli sertifikat vaksinasi meskitanpa penyuntikan.

Di sana dituliskan, oknum bidan mematok harga untuk sebuah sertifikat di kisaran angka Rp300 ribu hingga Rp1 juta rupiah.

Belakangan, Dinkes memintai keterangan Dian Novita Pohan petugas di Puskesmas Ulumahuam, Kecamatan Silangkitang selaku pihakyang dituding.

Salinan berita acara permintaan keterangan terhadap Dian Novita Pohan dibuat pada Rabu tanggal 22 Desember 2021.

Keterangan tertulis itudisaksikan Kepala Puskesmas Ulumahuam Naita Siregar dan Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dewi Syahriani Harahap.

Dari 7 poinpertanyaan keDian Novita Pohan, iamenjelaskan ada seseorang yang memfitnahnya. Selain membantah, dirinyajuga mengakutidak menjadi tim vaksinator.

Dalam surat yang ditekenKadiskes Labusel tersebut, Dian membantah telah menjual sertifikat vaksinasi bodong.

Seperti dalam berita acara, dirinyamenduga terdapat unsur kesengajaan untuk memfitnah dirinya.

Kepala Dinkes Labusel, H. Donny Irwansyah Dalimunthe mengaku pihaknya sedang menunggu petunjuk lainnya. "Konsultasi dulu dengan pimpinan terkait langkah selanjutnya," jawabnya.

Diketahui, akun Facebook Sawal Pane sebelumnyamengunggah hasil screenshot percakapan via WhatsApp disinyalir antara dirinya dengan seseorang.

Dari percakapan itu disinyalir seseorang melapor kepadanya bahwa oknum bidan mengaku mampu mengeluarkan sertifikat walaupun tanpa disuntik. Unggahan itu memantikperhatian Polres Labuhanbatu.

Artikel Asli