10 Fenomena Langit yang Bakal Terjadi Sepanjang 2022, Ada Gerhana Bulan Total

Nasional | limapagi.id | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 20:25
10 Fenomena Langit yang Bakal Terjadi Sepanjang 2022, Ada Gerhana Bulan Total

LIMAPAGI - Tinggal menghitung hari, kita akan menyambut tahun baru 2022. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan akan ada sederet fenomena astronomi terjadi di 2022.

Berikut adalah 10 fenomena astronomi yang muncul sepanjang 2022, yang sudah Limapagi.id rangkum dari situs resmi Edukasi Sains Antariksa LAPAN, Minggu (26/12/2021).

1. Puncak Hujan Meteor Quadrantid (4 Januari 2022)

Quadrantid merupakan hujan meteor yang titik radiannya berasal dari konstelasi Quadrans Muralis. Intensitas maksimum meteor ini mencapai 200 meteor per jam.

Ketinggian maksimum titik radian di Indonesia bervariasi, antara 16,3 derajat di Pulau Rote hingga 35,8 derajat. Adapun intensitasnya berkurang, menjadi 56 meteor per jam (Pulau Rote) hingga 117 meteor per jam (Sabang).

Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan fenomena ini dari arah Timur Laut sejak 04.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

2. Puncak Konjungsi Mars-Saturnus (5 April 2022)

Pada awal Ramadan 2022 akan disambut oleh fenomena konjungsi Mars-Saturnus yang terjadi di arah Timur saat sahur, atau pukul 03.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Sudut pisah Mars-Saturnus bervariasi antara 19-20 menit busur atau sedikit lebih besar dar semidiameter Bulan.

3. Konjungsi Kuintet Saturnus-Mars-Venus-Jupiter-Bulan (24-29 April 2022)

Sepuluh hari terakhir Ramadan 2022 akan ditutup dengan fenoena astronomis Konjungsi Kuintet, lima benda langit yang tampak segaris secara visual, yakni Saturnus, Mars, Venus, Jupiter, dan Bulan.

Fenomena ini bisa disaksikan sejak 04.00 waktu setempat dari arah Timur memanjang hingga Tenggara.

4. Puncak Konjungsi Venus-Jupiter (1 Mei 2022)

Fenomena ini merupakan masa di mana Venus berkonjungsi dengan Jupiter pada sudut pisah 14 menit busur. Puncak Konjungsi Venus-Jupiter dapat disaksikan dari arah Timur pukul 03.30 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

5. Okultasi Venus oleh Bulan (27 Mei 2022)

Okultasi adalah peristiwa terhalangnya benda langit oleh benda langit lainnya. Sehingga akan tampak lebih kecil apabila disaksikan dari Bumi.

Ini disebabkan oleh konfigurasi ketiga benda langit membentuk garis lurus.

6. Bulan Purnama Super (14 Juni 2022)

Bulan Purnama Super atau Purnama Perige adalah fase Bulan Purnama yang terjadi beriringan ketika Bulan berada di titik terdekatnya dari Bumi.

Fenomena ini terjadi hanya sekali dalam satu tahun. Puncak Bulan Purnama terjadi pada pukul 18.51.35 WIB/19.51.35 WITA/20.51.35 WIT dengan jarak 357.658 km dari Bumi.

Bulan Purnama Super dapt disaksikan dari arah Tenggara hingga Barat Daya sebelum Matahari terbenam hingga Matahari terbit.

7. Okultasi Uranus oleh Bulan (25 Juni 2022)

Pada fenomena ini Uranus akan mengalami okultasi oleh Bulan pada 24 Juni sejak pukul 19.57 hingga 00.33. Di Indonesia, Bulan akan berfase sabit akhir dengan iluminasi antara 15,3 persen hingga 15,2 persen ketika mengokultasi Uranus.

8. Puncak Hujan Meteor Perseid (13-14 Agustus 2022)

Perseidmerupakan hujan meteor yang titik radiannya berasal dari konstelasi Perseus. Intensitas maksimumnya sebesar 100 meteor per jam.

Perseid dapat disaksikan hingga 25 menit sebelum Matahari terbit ketika titik radiannya berkulminasi di arah Utara.

9. Gerhana Bulan Total (8 November 2022)

Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis ketika seluruh permukaan Bulam memasuki bayangan inti (Umbra) Bumi. Ini disebabkan oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi, dan Matahari membentuk garis lurus.

Gerhana Bulan Total akan terjadi dengan durasi 1 jam 24 menit 58 detik.

10. Puncak Hujan Meteor Geminid (14-15 Desember 2022)

Geminid adalah hujan meteor yang titik radiantnya berasal dari konstelasi Gemini. Intesitas maksimum hujan meteor ini sebesar 120 meteor per jam.

Artikel Asli