Pengacara Rizieq Sebut Ungkapan Habib Zein Keliru

Nasional | wartaekonomi | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 19:21
Pengacara Rizieq Sebut Ungkapan Habib Zein Keliru

Pengacara Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menilai ungkapan Habib Zein Assegaf terkait harta kekayaan klientnya dan Bahar bin Smith yang menjual agama keliru.

Menurutnya, Habib Rizieq dan Habib Bahar merupakan pedagang jiwa dan raga bukan berdagang agama seperti yang diungkapkan Habib Zein.p

Aziz mengatakan hal yang seharusnya menjadi perhatian adalah ulama ataupun tokoh agama yang menjilat kepada pengusaha.

"Kalau ada ulama dan tokoh agama yangmenjilat penguasa,itu namanya diduga pelacur agama," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Habib Zein mengatakan harta kekayaan Rizieq Shihab dan Bahar bin Smith didapatkan dari hasil menjual agama untuk kepentingan politik kalangan tertentu, mereka kata dia bekerja untuk saling menguntungkan.

Kalau saya melihat, Rizieq dan Bahar ini pedagang agama. Ada saling menguntungkanlah. Ada bonusnya, berarti ada bohirnya-lah, ada majikannya sehingga bisa menerima keuntungan. ujar Habib Zein ketika berbincang dengan Rudi S Kamri dikutip Jumat (24/12/2021).

Habib Zein mengatakan,kerja - keraja Rizieq Shihab dan Bahar bin Smith terkonfirmasi dari pernyataan mereka sendiri yang disebutnya terang -terangan mengatakan mendukung kelompok tertentu, bahkan keduanya kata dia tak segan mengait-ngaitkan dukungan mereka itu dengan ajaran agama.

Kenapa saya bilang, apa yang diteriakan semuanya? Seperti dulu Rizieq lihat, dari ijtima ulama satu dan seterusnya, ini yang didukung siapa, terus dikaitkan dengan Tuhan. Apalagi pakai takbir-takbir, enggak ada itu Islam seperti itu, sambung Habib Zein.

Mereka nantang-nantang dan berani karena apa? Dia merasa punya backup. Sampai nantang Jenderal Dudung, ngatain Pak Jokowi, itu berarti dia merasa ada yang backup dan dilindungi. katanya melanjutkan.

Lebih lanjut, menurutnya, provokasi Bahar dan Rizieq semakin menjadi-jadi lantaran tidak ada yang berani melawan sehingga mereka merasa punya keberanian untuk semakin berulah.

Nah, kesalahannya, kenapa orang-orang yang pemikirannya benar ini enggak berani melawan? Akhirnya mereka merasa bahwa keberanian milik mereka, pungkas Habib Zein.

Artikel Asli