Tes PCR di Titik-Titik Keramaian Tangerang Digencarkan Jelang Tahun Baru

Nasional | republika | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 19:05
Tes PCR di Titik-Titik Keramaian Tangerang Digencarkan Jelang Tahun Baru

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota Tangerang menggencarkan kegiatan tes PCR bagi surveilans aktif di tempat-tempat keramaian di Kota Tangerang, Banten selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Kegiatan itu dilakukan selama 12 hari dari 24 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022 dengan menargetkan ribuan surveilans aktif.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menuturkan, tes PCR dilakukan di lokasi keramaian yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan terjadi penyebaran Covid-19. Seperti terminal, mal atau pusat perbelanjaan, serta pasar.

"Kita tes terhadap karyawan-karyawannya atau para pedagang. Targetnya 300 sampai 60 sampel per hari," ujar Arief dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/12).

Dengan demikian, target secara keseluruhan dari 24 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022 sebanyak 3.600 hingga 7.200 sampel yang dites PCR.

Arief mengatakan, tes PCR massal di tempat-tempat keramaian itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengidentifikasi penyebaran kasus Covid-19, terlebih terhadap varian baru Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia.

"Ini juga dilakukan agar pengunjung merasa nyaman dan aman jika para pedagang atau karyawan sudah melaksanakan tes PCR," tuturnya.

Sebagai awalan kegiatan tes PCR tersebut, pada 24 Desember 2021 Pemkot Tangerang menggelarnya di Terminal Bus Poris Plawad Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Tes dilakukan terhadap para pedagang dan petugas di terminal tersebut. Arief memastikan, tes PCR akan dilanjutkan digelar di tempat-tempat keramaian lainnya hingga 4 Januari 2022 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni menambahkan, pihaknya telah mengimbau kepada rumah sakit dan fasilitas-fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Tangerang untuk melakukan surveilans aktif terhadap para petugas kesehatan.

"Kami sudah mengimbau kepada faskes-faskes untuk segera melakukan tes surveilans aktif terhadap petugas atau karyawannya sebagai langkah antisipasi untuk keamanan bersama," ujarnya.

Artikel Asli