BRI Proyeksikan Ekonomi Melaju hingga 5,3 persen di 2022

Nasional | republika | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 17:14
BRI Proyeksikan Ekonomi Melaju hingga 5,3 persen di 2022

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemulihan ekonomi nasional diprediksi bakal tereskalasi berkat perbaikan permintaan domestik serta strategi Program Pemulihan Ekonomi (PEN) pemerintah pada 2022. Kondisi perekonomian diprediksi berangsur membaik, sebagaimana tampak dari daya beli masyarakat yang terdongkrak naik.

Hal tersebut disampaikan oleh Chief Economist BRI, Anton Hendranata dalam Economic Outlook BRI 2022 bertajuk Melanjutkan Pemulihan Ekonomi dengan Kewaspadaan. Anton menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berpotensi untuk tumbuh di kisaran 4,8-5,3 persen year on year (yoy) pada 2022.

"Hal ini sejalan dengan adaptasi masyarakat terhadap kondisi pandemi yang membuat mobilitas tidak terlalu terguncang," kata Anton Ahad (26/12).

Anton meyakini ekonomi domestik bakal semakin pulih dan kuat, bila kondisi Covid-19 bisa tetap terjaga. Pemulihan ekonomi Indonesia sangat ditopang oleh kondisi permintaan yang meningkat, dari daya beli sampai belanja pemerintah serta adaptasi masyarakat terhadap kondisi pandemi.

Komposisi konsumsi dalam pengeluaran rumah tangga mengalami peningkatan 570 basis poin (bps) dari 69,4 persen pada Oktober 2020 menjadi 75,1 persen pada Oktober 2021. Tingkat vaksinasi Covid-19 yang tinggi serta restriksi mobilitas yang melonggar mendorong masyarakat masyarakat untuk melakukan konsumsi.

Meningkatnya permintaan, kata Anton, juga dipantik oleh strategi countercyclical melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang akan berlanjut pada tahun depan. Di sisi lain, BRI memproyeksikan inflasi pada 2022 akan berada di level 2,8-3,3 persen yoy. "Dengan perbaikan ekonomi tersebut, BRI memprediksi tingkat pengangguran akan menyusut menjadi 6,3-7,7 persen," tutur Anton.

Artikel Asli