TNI AD Pastikan Proses Hukum 3 Penabrak Sejoli di Nagrek Transparan

Nasional | limapagi.id | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 15:32
TNI AD Pastikan Proses Hukum 3 Penabrak Sejoli di Nagrek Transparan

LIMAPAGI - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna memastikan proses hukum terhadap 3 prajuritnya yang diduga terlibat kecelakaan berujung tewasnya dua remaja di Nagrek, Kabupaten Bandung, berlangsung transparan.

Adapun 3 prajurit TNI AD tersebut adalah Kolonel Infanteri P yang bertugas di Korem Gorontalo, Kodam Merdeka; Kopral Dua DA dan Kopral Dua Ahmad yang bertugas di Kodim Gunung Kidul, Kodam Diponegoro.

"Proses hukum akan dilakukan dengan tegas sesuai ketentuan yang berlaku, dan transparan serta memastikan bahwa tindak pidana yang dilakukan oleh ketiga oknum diproses secara hukum sampai tuntas dan memenuhi rasa keadilan dengan sanksi yang setimpal," kata Tatang dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 Desember 2021.

Tatang juga menegaskan 3 prajurit TNI AD itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketiga prajurit TNI AD itu menjalani pemeriksaan dan disangkakan dengan Pasal Pasal 340 KUHP jo 338 KUHP jo 328 KUHP jo 333 KUHP jo 181 KUHP jo 55 KUHP tentang pembunuhan berencana, menghilangkan nyawa orang, penculikan, perampasan kemerdekaan, menghilangkan mayat, penyertaan dalam tindak pidana.

Ketiganya terancam hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara. Termasuk ancaman Pasal 310 UU RI nomor 22 Tahun tentang kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan. "Hukuman tambahan diberikan kepada mereka berupa dipecat dari Dinas Aktif TNI," tegas Tatang.

Seperti diketahui, kecelakaan terjadi di wilayah Nagrek, Kabupaten Bandung, Rabu sore, 8 Desember 2021. Mobil Isuzu Panther menabrak satu unit motor Suzuki Satria yang ditumpangi Handi Saputra (16) dan Salsabila (14).

Dua korban kecelakaan itu dibawa sang penabrak dengan alasan agar cepat mendapat perawatan di rumah sakit. Namun, pihak keluarga yang melakukan pencarian di rumah sakit setempat tak menemukan informasi adanya dua remaja itu.

Kabar keberadaan dua korban kecelakaan itu akhirnya diketahui pada Sabtu, 11 Desember 2021. Dua korban kecelakaan itu ditemukan tak bernyawa di Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas dan Cilacap.

Didua dua korban kecelakaan tersebut dibuang sang penabrak di lokasi ditemukannya jenazah. Polresta Bandung yang melakukan penyelidikan kasus ini mengungkap kecelakaan di Nagrek berbuntut dibuangnya dua korban oleh 3 prajurit TNI AD.

Artikel Asli