Beri Kesempatan Belajar, Ini Perjalanan SKB Empat Menteri pada 2021

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 15:57
Beri Kesempatan Belajar, Ini Perjalanan SKB Empat Menteri pada 2021

JawaPos.com Pandemi Covid-19 menyebabkan peserta didik kehilangan kesempatan belajar, untuk itu pemerintah pun menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri agar hal tersebut dapat diminimalisir. Seiring berjalannya waktu pelonggaran pun terjadi, di mana pada Januari lalu, SKB Empat Menteri mengalami revisi.

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pun sudah boleh dilaksanakan di sejumlah daerah, tidak lagi melihat zona hijau, kuning ataupun merah. Untuk melaksanakan PTM terbatas, pemerintah daerah (pemda) memiliki tanggungjawab atas pemberian izin kepada satuan pendidikan.

Sekolah pun wajib untuk memberikan opsi PTM terbatas kepada para peserta didik, sementara orang tua memiliki hak untuk mengirimkan anaknya ke sekolah atau tidak.

Adanya Misinformasi Soal SKB

Namun, pada pelaksanaannya masih ada misinformasi terkait SKB tersebut, yakni pertanyaan kapan sekolah mulai dilaksanakan kembali. Menjawab hal itu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan bahwa sebenarnya sejak Januari, satuan pendidikan di semua zona (PSBB) dapat buka seizin pemda.

Saya masih terus dapat berbagai macam komentar dari sosmed, kenapa PJJ (pembelajaran jarak jauh) ini masih dilakukan. Sejak Januari, padahal PTM sudah diperbolehkan asal dengan persetujuan pemda, ungkap dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI secara daring, Kamis (18/3).

Jika ada masyarakat yang masih bingung, kenapa di daerahnya belum buka, meskipun mereka berada di daerah terpencil atau susah dalam mengakses internet, hal itu memang keputusan pemda. Sebab, pemda sendiri lah yang lebih memahami wilayahnya.

Saya sering ditanyakan kenapa Mas Menteri menutup sekolah atau sekolah belum dibuka. Padahal dari awal tahun ini sudah semua sekolah boleh melakukan tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan. Itu adalah prerogative pemda sejak Januari, tambahnya.

Lakukan Penyesuaian setelah Ada Program Vaksinasi Guru

Pemberian vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang dimulai pada 24 Februari lalu telah dilakukan, sebagai penyesuaian pemerintah pun mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Salah satu bentuk penyesuaiannya adalah melaksanakan PTM harus memenuhi syarat vaksinasi untuk para guru dan tenaga kependidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengutarakan bahwa dengan diselenggarakannya pembelajaran tatap muka, anak anak peserta didik diharapkan bisa memperoleh layanan pendidikan yang lebih optimal.

Melalui SKB ini kami harapkan anak-anak bisa terpenuhi hak-haknya dalam memperoleh pendidikan. Kita harus akui PJJ selama ini tidak dapat disamakan dengan pembelajaran tatap muka, ujar Menko PMK dalam Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Selasa (30/3).

Meskipun begitu Mendikbudristek Nadiem Makarim mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan yang sudah menerapkan PTM terbatas dapat tetap melaksanakannya sambil terus mempercepat program vaksinasi tersebut. Tidak perlu menunggu tahun ajaran baru 2021/2022 pada Juli.

Ini (PTM terbatas) diterapkan mulai sekarang. Harapan semua sekolah sudah tatap muka di bulan Juli ini untuk tahun pelajaran yang baru. Itu saya mohon ini jangan salah persepsi, semua sekolah sekarang sudah guru-guru yang dilakukan vaksin untuk segera memenuhi dan langsung menawarkan opsi tatap muka, tuturnya.

DKI Jakarta Mulai Laksanakan PTM Terbatas

Pemahaman tentang SKB Empat Menteri yang semakin baik, alhasil sejumlah daerah pun mulai melaksanakan PTM terbatas, salah satunya di Provinsi DKI Jakarta. Adapun PTM terbatas di DKI Jakarta dilaksanakan dengan skema pilot project yang dimulai pada 7-29 April.

Salah satu sekolah tersebut adalah SMKN 15 Jakarta, Kepala Sekolah Prihatin Gendra Priyani pun menyampaikan bahwa pihaknya telah mematuhi semua daftar ceklis dan menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan sebelum masuk ke area sekolah, begitu juga dengan kapasitas dan peniadaan kegiatan sekolah.

SMKN 15 menjadi salah satu piloting karena lulus seleksi, bukan mengajukan, itu infrastruktur di sekolah juga siap, jelas dia di SMKN 15 Jakarta, Rabu (7/4).

Saat ini, semua sekolah di DKI Jakarta yang berjumlah 1.500 pun sudah mulai melaksanakan PTM terbatas. Pembukaan sekolah itu dilaksanakan secara bertahap.

Terbaru, Tahun Depan Sekolah Bisa Buka Setiap Hari

Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Dalam kebijakan tersebut dikatakan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bisa dilaksanakan setiap hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pembelajaran tatap muka terbatas harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan terpantau oleh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan/atau kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai kewenangannya, tulis SKB tersebut dikutip JawaPos.com , Kamis (23/12).

Selain itu, penyesuaian juga dilakukan terhadap pelaksanaan aktivitas kegiatan di sekolah. Sebelumnya kegiatan ekstrakurikuler tidak boleh dilaksanakan karena berpotensi menyebabkan adanya klaster di sekolah. Namun, kini kegiatan ekstrakurikuler diperbolehkan apabila dilakukan di luar ruangan.

Kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga di dalam dan di luar ruangan dilaksanakan sesuai dengan pengaturan pembelajaran di ruang kelas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tambah SKB itu.

Sementara itu, aktivitas kantin masih belum boleh dilakukan, namun terdapat pelonggaran, pedagang boleh menjajakan dagangannya di luar sekolah yang diatur oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

Kantin di dalam lingkungan satuan pendidikan belum diperbolehkan dibuka selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. pedagang yang berada di luar gerbang di sekitar lingkungan satuan pendidikan diatur oleh satuan tugas penanganan Covid-19 wilayah seternpat bekerja sarna dengan Satgas Penanganan Covid-19 pada satuan pendidikan, terangnya. (*)

Artikel Asli