Kelanjutan Kuota Gratis Dapat Respons Positif, tapi 2022 Tak Lanjut

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 15:52
Kelanjutan Kuota Gratis Dapat Respons Positif, tapi 2022 Tak Lanjut

JawaPos.com Untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, pemerintah pun memberikan afirmasi. Salah satunya adalah melalui pemberian kuota data gratis untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen.

Afirmasi kuota data internet ini sejatinya telah dilaksanakan sejak 2020, di mana pada saat itu mayoritas kegiatan sekolah dilaksanakan secara daring. Bantuan yang berakhir pada Desember 2020 ini juga mendapatkan respon positif dari warga pendidikan.

Kuota Data Gratis Dilanjutkan Maret

Mendengar hal itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim pun mengumumkan bahwa bantuan kuota data internet untuk peserta didik dan pendidik kembali dilanjutkan mulai Maret lalu. Adapun, subsidi kuota ini akan berjalan selama tiga bulan atau sampai Mei.

Kami akan melanjutkan kebijakan kuota ini selama 3 bulan ke depan ya, Mulai dari bulan ini yaitu bulan Maret 2021, jelas dia dalam Pengumuman Bantuan Kuota Data Internet tahun 2021 secara daring, Senin (1/3).

Bantuan kuota internet ini mulai disalurkan pada 11 hingga 15 Maret 2021, dengan masa berlaku selama 30 hari sejak kuota tersebut diterima. Adapun, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 2,6 triliun.

Perbedaan Besaran Kuota dari Tahun Lalu

Mendikbudristek juga menyampaikan bahwa terdapat perbedaan dalam skema kuota gratis tahun inj, yakni tidak lagi dibagi menjadi kuota belajar dan kuota umum. Selain itu, besaran kuotanya pun dipangkas.

Jadi di tahun 2021 kita akan memberikan kuota, tapi dengan giga yang lebih kecil daripada kuota belajar sebelumnya, tetapi kuota ini merupakan kuota umum jadinya bisa digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, ujarnya dalam Pengumuman Bantuan Kuota Data Internet tahun 2021 secara daring, Senin (1/3).

Terkait besaran kuotanya, Sebelumnya, untuk paket kuota gratis peserta didik PAUD sebesar 20GB per bulan, dengan rincian 5GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan kuota gratis sebanyak 35GB per bulan, 5GB kuota umum dan kuota belajar 30GB.

Kemudian, untuk kuota gratis para pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar 42GB per bulan, dengan rincian 5GB kuota umum dan 37GB kuota belajar. Sementara itu, paket kuota gratis untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50GB per bulan, dengan rincian 5GB kuota umum dan 45GB kuota belajar.

Sementara itu di tahun 2021, untuk peserta didik PAUD sebesar 7GB per bulan, peserta didik jenjang dasar dan menengah 10 GB per bulan. Lalu, pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 12GB per bulan, dan untuk mahasiswa dan dosen 15GB per bulan.

Tak Semuanya Dapat Diakses

Tidak semua laman atau aplikasi dapat diakses, ada juga beberapa yang diblokir seperti aplikasi permainan hingga sosial media. Untuk YouTube sendiri, kini juga telah masuk ke dalam aplikasi yang diperbolehkan untuk diakses.

Tetapi kabar gembiranya karena sekarang kuota umum, YouTube sudah masuk ke dalam kuota ini, bisa digunakan karena kami mendengar dari banyak guru dan banyak bahwa materi pembelajaran banyak dari YouTube juga, walaupun volume gigabyte tidak sebesar yang sebelumnya, tapi penggunaan itu jauh lebih fleksibel, imbuh Mendikbudristek dalam Pengumuman Bantuan Kuota Data Internet tahun 2021 secara daring, Senin (1/3).

Kuota tersebut juga tidak akan dipisah seperti kemarin, yakni kuota belajar atau kuota umum, kini semua menjadi kuota umum yang penggunaannya lebih fleksibel. Semua laman dan aplikasi kini juga dapat diakses, kecuali yang mendapatkan pengecualian.

Kecuali aplikasi yang diblokir, yaitu kebanyakan aplikasi-aplikasi seperti permainan untuk game dan juga sosmed seperti Facebook, Tiktok dan misalnya Instagram, tetapi kabar gembiranya karena sekarang kuota umum, YouTube sudah masuk ke dalam kuota ini, ujarnya.

Marak Penipuan

Penipuan kuota gratis ini kerap kali terjadi di media sosial, khususnya melalui WhatsApp Group (WAG). Informasi hoaks ini pun membuat resah warga pendidikan

Untuk itu, Mendikbudristek Nadiem Makarim pun meminta agar masyarakat tidak terpengaruh akan hal tersebut, informasi resmi hanya berasal dari http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Jangan mudah terpancing informasi tidak benar yang beredar. Informasi tepercaya hanya dikeluarkan oleh portal atau media sosial resmi Kemendikbudristek, jelas dia di Jakarta, Selasa (12/10).

Kuota Lanjut Lagi

Kemendikbudristek kembali melanjutkan program bantuan kuota internet gratis untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen dengan anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 2,39 miliar. Bantuan ini berlangsung selama 3 bulan, yakni September hingga November.

Melihat dampak positif dari program, Kemendikbudristek pun kembali melaksanakan bantuan kuota data internet pada bulan Desember 2021. Kami melihat besarnya manfaat bantuan kuota data ini untuk mendukung proses pembelajaran yang berlangsung secara kombinasi antara tatap muka terbatas dan PJJ saat ini. Maka kami memutuskan untuk memberikan tambahan bantuan di bulan Desember, jelas Mendikbudristek Nadiem Makarim, Kamis (9/12).

Bantuan kuota data internet tambahan ini mulai disalurkan secara bertahap pada tanggal 11 sampai dengan 15 Desember 2021 dengan masa berlaku 30 hari terhitung sejak diterima. Nadiem menjelaskan, penyesuaian jumlah kuota data yang diberikan pada periode tambahan ini.

Bagi peserta didik PAUD mendapatkan kuota data sebesar 3 GB per bulan. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan kuota data sebesar 4 GB per bulan. Untuk guru jenjang PAUD Dikdasmen, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan tambahan bantuan kuota data internet sebesar 5 GB per bulan, kata dia.

Tidak Ada Bantuan Kuota Gratis 2022

Dikerahui bahwa ini merupakan kali ketiga pemerintah melangsungkan subsidi bagi warga pendidikan. Terkait apakah ada kelanjutan atau tidak, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek Hasan Chabibie mengatakan bahwa belum ada perencanaan bantuan itu akan terus dilaksanakan pada periode berikutnya.

Terkait kuota, kami di pusdatin yang melaksanakan secara teknis di 2020-2021 kemarin kita belum ada perencanaan meneruskan kuota di 2022, ungkap dia dalam acara daring dikutip, Minggu (28/11).

Hal ini lantaran pada 2022, pembelajaran disiapkan atau didorong untuk kembali tatap muka. Karena memang nanti akan didorong proses belajar mengajar ini secara tatap muka, jelasnya. (*)

Artikel Asli