Mayoritas Masyarakat Indonesia Optimis Ekonomi Nasional Pulih pada 2022

Nasional | wartaekonomi | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 15:39
Mayoritas Masyarakat Indonesia Optimis Ekonomi Nasional Pulih pada 2022

Masih berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia tidak membuat keyakinan masyarakat akan pemulihan ekonomi menurun. Sebagaimana diketahui, berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mayoritas warga optimis dengan kondisi ekonomi Indonesia pada 2022.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan bahwa sebanyak 36,3 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi pada 2022 menjadi lebih baik atau jauh lebih baik, dan 31,9 persen warga menilai kondisi ekonomi Indonesia akan lebih buruk atau jauh lebih buruk.

"Sementara, ada 27 persen menilai tidak ada perubahan dan yang tidak tahu atau tidak menjawab ada 4,8 persen," ujar Deni pada seminar bertajuk "Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022: Opini Publik Nasional", Minggu (26/12/2021).

Deni mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, pihaknya melakukan survei pada Juni 2019 dengan hasil sebanyak 17,5 persen warga menilai kondisi ekonomi nasional jauh lebih buruk dari tahun sebelumnya.

Selanjutnya, pihaknya juga melakukan survei kembali pada Oktober 2020 atau dilakukan di tengah pandemi dengan hasil sentimen negatif meningkat tajam dibandingkan Juni 2019 menjadi 60,3 persen.

Deni melanjutkan, meski belum kembali seperti sebelum pandemi Covid-19, sentimen negatif atas pertumbuhan ekonomi nasional pada Desember 2021 turun cukup dalam dibandingkan 2020.

"Sentimen negatif atas kondisi ekonomi nasional menurun dari 60,3 persen pada Oktober 2020 menjadi 31,9 persen pada survei terakhir Desember 2021. Sementara, sentimen positif naik dari 15,2 persen menjadi 36,3 persen pada periode yang sama," ungkapnya.

Selain sentimen negatif yang menurun tajam, Deni mengatakan optimisme warga juga terlihat jelas akan adanya pemulihan ekonomi pada 2022.

Terdapat sekitar 62,2 persen warga yang menilai ekonomi nasional tahun depan lebih baik atau jauh lebih baik dibanding sekarang. Sementara, yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk hanya 10,6 persen, dan yang menilai tidak ada perubahan 19,2 persen. Masih ada 7,9 persen yang tidak tahu atau tidak menjawab.

"Temuan ini sejalan dengan optimisme warga pada ekonomi rumah tangganya. Ada sekitar 72,9 persen yang menilai ekonomi rumah tangga tahun depan akan lebih baik atau jauh lebih baik dibanding sekarang. Sementara, yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk hanya sekitar 6,7 persen, dan yang menilai tidak ada perubahan 15,9 persen. Yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 4,4 persen," ujar Deni.

SMRC melakukan survei tersebut pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka yang melibatkan 2.420 responden yang dipilih secara acak dari seluruh Indonesia.

Artikel Asli