Hukum Pidana! Wakasal Sampaikan Pesan Tegas untuk Prajurit yang Terlibat Keributan dengan Instansi Lain

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 15:10
Hukum Pidana! Wakasal Sampaikan Pesan Tegas untuk Prajurit yang Terlibat Keributan dengan Instansi Lain

JAKARTA - "Seluruh Prajurit yang terlibat keributan dengan instansi lain, TNI-Polri atau membuat keonaran, bersinggungan dengan masyarakat sipil dan bertentangan dengan negara maka hukumannya adalah Pidana". Penekanan tersebut disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono meneruskan kebijakan Panglima TNI saat kegiatan Olahraga Bersama bertempat di Lapangan Trisila, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (24/12).

"Kebijakan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa saat ini adalah setiap kesalahan yang dilakukan prajurit akan ditindak tegas, dipidana. Saya tidak ingin prajurit TNI AL melakukan hal yang aneh-aneh yang bertentangan dengan aturan yang dapat merugikan diri sendiri dan institusi," tegasnya dikutip dari Dinas Penerangan Angkatan Laut, Minggu (26/12).

Wakasal memerintahkan para Kasatker untuk melaksanakan pencegahan dengan meningkatkan jam komandan.
Wakasal juga mengingatkan bahwa saat ini jumlah penderita Covid-19 sedikit demi sedikit mulai meningkat lagi. Apalagi dengan adanya varian baru yang bisa menyebar dengan cepat dan menulari prajurit TNI AL. Hal ini perlu mendapat perhatian yang serius dengan kewaspadaan yang tinggi agar terhindar dari Virus Covid 19.

Pada kesempatan tersebut dihadapan prajurit Mabes TNI AL Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengajak seluruh prajurit untuk memperbanyak rasa syukur mengingat banyak prajurit TNI AL diluar Mabesal contohnya di KRI yang saat ini sedang berlayar ditengah cuaca buruk, demikian juga prajurit yang berdinas di Posal Torasi perbatasan Papua dan Papua New Guinea dengan personel yang sangat terbatas yang setiap saat menyabung nyawa mempertahankan NKRI, belum lagi para Prajurit Marinir yang tergabung dalam Satgas Mupe (Muara dan Perairan) di wilayah Papua. "Bersyukurlah karena bisa berdinas di Mabesal", ujar Wakasal. (YK/N-3)

Artikel Asli