Survei: Kondisi Keamanan Nasional Selalu Positif Sebelum atau Setelah Covid-19

Nasional | sindonews | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 14:59
Survei: Kondisi Keamanan Nasional Selalu Positif Sebelum atau Setelah Covid-19

JAKARTA - Kondisi keamanan nasional selama pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) selalu positif, baik sejak sebelum adanya Covid-19 maupun setelah hampir 2 tahun pandemi. Hal tersebut merupakan salah satu hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diumumkan hari ini.

"Mayoritas publik melihat kondisi keamanan sekarang baik/sangat baik 62,6%," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam rilis survei publik yang bertajuk Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022: Opini Publik Nasional secara daring, Minggu (26/12/2021).

Kemudian, 12,4% responden menyatakan buruk atau sangat buruk. "Dan ada 22,2% yang menilai sedang, tidak menjawab 2,7%. Jadi mayoritas menyatakan kondisi keamanan sekarang sangat baik," katanya.

Bagaimana tren keamanan, kata Deni, dari sebelum ada Covid-19 trennya selalu di atas 50% atau selalu positif walaupun ada fluktuasi (naik-turun). Pada survei September 2019, 60,4% menilai baik, dan pada survei sekarang posisinya 62,6%.

"Statically (secara statistic) tidak berbeda signifikan, kondisi keamanan tetap pulih atau tetap positif," ujarnya.

Deni melanjutkan, bagaimana publik menilai keamanan nasional selama setahun ke depan, mayoritas atau 75% menyatakan baik atau sangat baik, yang menyatakan akan buruk atau akan sangat buruk totalnya 4,5% dan ada 14,8% yang menilai akan sedang, dan tidak jawab 5,7%. "Jadi, mayoritas publik sangat optimistic (optimistis)," ungkap Deni.

Adapun populasi survei adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih, berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Sampel diambil dengan multistage random sampling sebesar 2.420 responden.

Yang dapat diwawancara secara valid dan secara acak 2.062 atau 85% responden. Margin of error survei 2,2% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara dan dilakukan quality control terhadap 20% responden secara acak untuk mengetahui validitas wawancara, tidak menemukan kesalahan berarti. Wawancara dilakukan pada 8-16 Desember 2021.

Artikel Asli