Launching Wisata Sumber Mansari: Menapaki Jejak Pasukan Mataram

Nasional | jatimtimes.com | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 14:38
Launching Wisata Sumber Mansari: Menapaki Jejak Pasukan Mataram

JATIMTIMES - Raut bahagia berbaur harapan besar terpancar dari wajah warga Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Saat Pemerintah Desa Slorok melaunching Sumber Mansari, wisata petirtan dengan jejak sejarah panjang, Minggu (26/12/2021).

Pancaran bahagia dan harapan besar itu dipicu dengan hadirnya wisata Sumber Mansari. Ibarat buih dalam soda yang lepas katupnya, pancaran rasa warga yang menghadiri launching wisata Sumber Mansari memenuhi area yang berada di tengah persawahan dan aliran sungai dengan kesejukan dan kealamian alamnya.

Bahagia karena akhirnya warga memiliki wisata di desanya dan harapan besar bahwa keberadaannya bisa menjadi daya ungkit perekonomian warga.

Lokasi yang disulap menjadi wisata oleh Pemdes Slorok melalui Program Desa Berdaya Pemprov Jatim, menengok jauh ke belakang memiliki jejak sejarah panjang. Hal ini terlihat dari beberapa peninggalan yang walau secara wujud tentunya telah berubah seiring waktu. Seperti adanya padepokan olah kanuragan dan makam prajurit Mataram, kampung Mentaraman, hingga petirtan atau tempat mandi pasukan di era Mataram.

Lokasi-Pemandian-Mansari-yang-konon-dulunya-tempat-pemandian-prajurit-Mataram21d72f52d95367f9.jpg
Lokasi Pemandian Mansari yang konon dulunya tempat pemandian prajurit Mataram

"Berangkat dari sana kita lakukan pembangunan wisata Sumber Mansari melalui program Desa Berdaya dari Pemprov Jatim," ucap Kepala Desa Slorok Misdi.

Launching wisata Sumber Mansari yang disambut antusias masyarakat Slorok, masih kata Misdi, memang belum 100 persen selesai. Ada beberapa infrastruktur serta fasilitas yang masih perlu adanya lanjutan pembangunan di lokasi.

"Tahun depan memang kita rencanakan kelanjutannya melalui Dana Desa. Sementara dari program Desa Berdaya memang belum bisa kalau harus menuntaskannya," ujar Misdi.

Desa Berdaya merupakan salah satu program unggulan Pemprov Jatim. Di mana, 2021 merupakan yang pertama kalinya digelar. Setiap desa di Jatim tak semua mendapatkan program tersebut. Pasalnya, hanya desa-desa berstatus Desa Mandiri yang jadi prioritas mendapatkan bantuan dengan nilai Rp 100 juta/desa. Desa Slorok dan Desa Jatikerto menjadi penerima program Desa Berdaya di wilayah Kecamatan Kromengan.

Disinggung terkait jejak sejarah pasukan Mataram di lokasi yang kini menjadi wisata Sumber Mansari, Koordinator Tim Desa Berdaya Udin menyampaikan, hingga saat ini masih bersifat folklor.

"Jadi jejaknya masih dari orang ke orang. Diturunkan secara lisan turun temurun. Tapi memang peninggalannya masih ada hingga saat ini. Selain petirtan juga makam," ujarnya di acara.

Hal ini juga disampaikan oleh Irawan Andi Pendamping Desa Berdaya Slorok yang mengatakan, petirtan Sumber Mansarui tak lepas dari peristiwa peperangan Mataram dengan para adipati Malang dan seluruh adipati di Bang Wetan.

Menukil kitab Babad Tanah Jawi Pesisir, saat itu terjadi penolakan untuk tunduk kepada Mataram dari adipati Malang dan seluruh adipati di Bang Wetan. Dianggap makar, raja Mataram memerintahkan Ronggo Toh Jiwo menghadap ke Mataram. Tetapi panggilan ini tidak dihiraukan. Akhirnya Raja Mataram mengirim pasukannya yang dipimpin oleh Surontani.

Undak-undakan-menuju-petirtan-Mansari-yang-memiliki-filosofi-Jawaa754de41c99fc00f.jpg
Undak-undakan menuju petirtan Mansari yang memiliki filosofi Jawa

Ada dua versi dalam peristiwa perang besar antara pasukan Malang yang dipimpin Raden Panji Pulung Jiwo dengan Mataram yang dipimpin Surontani. Pertama, Proboretno (istri Raden Panji) meninggal dalam perjalanan pulang ke Kadipaten Malang setelah terkena tikaman keris sakti Surontani dalam pertempuran. Kedua, Proboretno sakit berkepanjangan saat mendengar suaminya meninggal dalam pertempuran.

Amarah Raden Panji menggelegak saat mendengar istrinya meninggal. Dengan kesaktiannya, dia mengejar pasukan Mataram dan mengobrak-abriknya. Surontani atau dikenal Ki Joko Mbodo pun mati di tangannya saat bersama pasukannya lari dan bersembunyi di daerah hutan rimba yang bernama Desa Ngebruk.

Dalam peperangan itu pula, wilayah Slorok (kini) menjadi rute di mana pasukan Joko Mbodo (punden/makamnya kini masih ada di wilayah Sumberpucung dan Desa Ngebruk) dimungkinkan pernah jadi tempat singgah para prajurit Matarama.

"Ini dibuktikan dengan adanya padepokan olah kanuragan prajutit Mataram. Tentu juga dengan adanya lokasi pemandian para prajurit itu. Kita berangkatnya dari jejak sejarah itu," ungkap Irawan.

Lepas dari jejak sejarah yang memang memiliki beragam versi, keberadaan wisata Sumber Mansari, menjadi tonggak menggeliatnya lagi pariwisata desa. Tentunya, dengan berbagai penambahan dan pembangunan yang direncanakan 2022, wisata Sumber Mansari bisa menjadi pilihan wisata di Kabupaten Malang.

Keindahan alam yang asri dengan persawahan yang membentang, pepohonan bambu, jejak bangunan sejarah masa lalu, serta keramahan warga Mansari bisa jadi modal besar dalam kiprah Pemdes Slorok membangun ekonomi masyarakatnya.

Hal lainnya, lokasi wisata Mansari yang juga tak terlalu jauh dari Jalan Besar Slorok, serta hanya butuh waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan, wisata Sumber Mansari sudah bisa dikunjungi.

Artikel Asli