Pahlawan Timnas, Sanjungan, dan Filosofi Tawakal Nadeo Argawinata

Nasional | republika | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 14:43
Pahlawan Timnas, Sanjungan, dan Filosofi Tawakal Nadeo Argawinata

REPUBLIKA.CO.ID,SINGAPURA -- Keberhasilan timnas Indonesia melaju ke babak final Piala AFF 2020 rasanya tidak bisa dilepaskan dari performa apik penjaga gawang Nadeo Argawinata. Kiper berusia 24 tahun itu sukses mematahkan tendangan penalti Singapura yang dieksekusi Faris Ramli pada pengujung babak kedua. Nadeo berhasil menepis bola yang diarahkan Faris ke sisi kanan bawah. Ujungnya, skor imbang 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir.

Partai leg kedua babak semifinal Piala AFF 2020 itu kemudian dilanjutkan ke masa perpanjangan waktu 2x15. Di sini Indonesia memaksimalkan keunggulan pemain dengan mencetak dua gol tambahan untuk menang 4-2 dan mengamankan satu tiket di partai final Piala AFF 2020 dengan keunggulan agregat 5-3 atas Singapura.

Aksi heroik Nadeo pada laga yang dihelat di Stadion Nasional Singapura itu kemudian mendapatkan pujian dari berbagai pihak, termasuk dari Menteri Pariwisata dan Ekonimi Kreatif, Saniaga Uno. "Keren mainnya malam ini! Terima kasih," tulis Sandiaga Uno di kolom komentar dalam unggahan foto Nadeo di akun Instagram-nya.

Selain itu, ucapan pujian dan kekaguman juga datang dari pesepak bola Tanah Air. Marinus Wanewar menulis,"Kamu top sumpah bro. Sederet pujian dan ucapan terima kasih lainnya mengalir ke arah Nadeo via media sosial dari sejumlah selebritas, pemain sepak bola, dan tokoh Tanah Air.

Jalan Nadeo menjadi kiper utama timnas Indonesia hingga ke final Piala AFF 2020 tampaknya sudah jadi garis tangannya. Ernando Ari Sutaryadi yang biasanya lebih dipercaya pelatih Shin Tae-yong menjadi kiper, cedera jelang laga lawan Vietnam di babak penyisihan grup. Sejak itu, Nadeo dipercaya tampil sebagai starter di bawah mistar.

Boleh jadi pula, aksinya merupakan cerminan filosofi tawakal Nadeo yang dituliskan di bio Instagram-nya. Nadeo mencantumkan kalimat Bahasa Arab, yang telah diubah ke tulisan latin, berbunyi, 'In lam takun alayya ghodlobun fala ubali.'

Makna bebas dari ungkapan ini menurut penjelasan yang dikutip dari Emha Ainun Najib adalah "Asalkan Engkau, wahai Tuhan, tidak marah kepadaku, maka kuterima apa saja nasibku di dunia."

Kalimat ini diketahui merupakan ucapan Nabi Muhammad SAW sebelum terjun ke Perang Badar. Kalimat ini merupakan bentuk sikap tawakal Rasulullah terhadap semua keputusan Allah. Apa pun hasil yang didapatkan, setelah memberikan semua usaha terbaik, akan diterima oleh Nabi. Begitu pula dengan tekad untuk mengharapkan ridho Allah dan tidak menjauhi semua hal yang dapat menimbulkan kemarahkan Allah.

Kalimat ini agaknya begitu berkesan buat Nadeo sehingga disertakan di dalam bio di akun Instagram-nya.

Artikel Asli