Menakar Upaya Kalsel Kejar Target Vaksinasi Akhir Tahun, Lembur Saja Tak Cukup

Nasional | apahabar.com | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 14:24
Menakar Upaya Kalsel Kejar Target Vaksinasi Akhir Tahun, Lembur Saja Tak Cukup

apahabar.com, BANJARMASIN Program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan sedang berkejaran dengan waktu.

Data terbaru Kementerian Kesehatan, total vaksinasi dosis 1 di Kalsel tercatat sebanyak 64,39 persen atau 2.035.443 warga. Sedangkan jumlah sasaran dosis 2 masih berada di angka 38,65 persen.

Sasaran vaksinasi warga Kalsel sebanyak 3.161.137 jiwa, tulis Kemenkes dalam laman resminya, dilansir apahabar.com, Minggu (26/12).

Tersisa waktu 6 hari, Kalsel mesti mencari sekitar satu juta warganya untuk divaksin demi mengejar target capaian 70 persen pada akhir tahun nanti.

Anggota tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin menilai usaha untuk mencapai target vaksinasi Kalsel akhir tahun nanti sudah sangat sulit.

Namun, kata dia, kondisi ini seperti ini bukannya hanya dialami Kalsel saja.

Permasalahan yang sama juga dihadapi sebagian daerah di Indonesia, ucapnya kepada apahabar.com, Minggu.

Dengan sisa waktu yang ada, menurut Muttaqin diperlukan kecepatan vaksinasi sebanyak 138 ribu orang per hari untuk dosis 1.

Hal ini sulit diwujudkan karena kecepatan Kalsel dalam beberapa hari terakhir hampir 26 ribu orang divaksin dosis 1 per harinya, bebernya.

Berdasar kalkulasi, jika pada awal tahun 2022 nanti Kalsel dapat memicu kenaikan laju vaksinasi sebesar 25 persen per minggu dari rata-rata sekarang, maka target 70 persen baru akan tercapai pada minggu ketiga Januari.

Di sisi lain, dirinya mengakui bahwa laju vaksinasi di Kalsel jelang akhir tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

Jika dibanding akhir November lalu, ada kenaikan capaian dua kali lipat.

Tentu ini sangat menggembirakan, ujarnya.

Muttaqin mengingatkan vaksinasi sangat penting untuk melindungi masyarakat dari risiko infeksi Covid-19.

Terlebih, sekarang muncul varian omicron yang meskipun cenderung ringan gejalanya tetapi sangat cepat penularannya. Penduduk lansia, memiliki riwayat penyakit dan belum divaksin adalah yang paling rentan.

Karena itu masyarakat perlu mendukung program vaksinasi ini dengan turut memberikan edukasi dan sosialisasi akan pentingnya vaksinasi kepada warga yang masih ragu, termasuk usaha-usaha mencapai lokasi yang sulit diraih petugas, pungkasnya.

Tak Ada Lagi Hari Libur

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim bilang pihaknya terus bekerja keras mengejar capaian vaksinasi.

Bahkan dalam sisa waktu yang ada, kata dia, para tenaga kesehatan dan stakeholder terkait sudah tak lagi mengenal istilah hari libur.

Kita bekerja setiap hari, menyasar kawasan-kawasan yang belum bervaksin, ucapnya kepada apahabar.com, Minggu.

Muslim pun masih optimis dengan sisa waktu yang ada ini Kalsel bisa mengejar target capaian vaksinasi 70 persen.

Dengan melakukan upaya-upaya nyata seperti memberikan doorprize hingga penerapan regulasi vaksinasi sebagai syarat.

Jadi insyaallah, insyaallah. Mudah-mudahan cuaca mendukung, masyarakat juga animonya masih bagus, harapnya.

Dalam catatan, ada beberapa daerah di Kalsel yang laju vaksinasi dosis 1 masih sangat jauh dari target. Yakni Kabupaten Banjar hanya 41 persen, Kotabaru 43 persen, dan Barito Kuala 45 persen.

Sedangkan daerah yang paling rendah capaian vaksinasi lanjut usia dosis 1 adalah Kotabaru 27 persen, Banjar dan Banjarmasin 30 persen.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengancam akan memberi sanksi terhadap daerah yang tidak berhasil mencapai target 70 persen vaksinasi dosis pertama.

Sanksi itu berupa disinsentif atau tidak akan diberikan tambahan dana insentif daerah.

Sebaliknya, bagi daerah yang memenuhi target capaian dosis pertama vaksinasi Covid-19, Kemendagri akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar daerah itu diberikan tambahan Dana Insentif Daerah dan Dana Alokasi Umum.

Artikel Asli