Harga Telur di Surabaya Tembus Rp 30 Ribu Per Kilogram

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 13:48
Harga Telur di Surabaya Tembus Rp 30 Ribu Per Kilogram

JawaPos.com Satu bulan terakhir, harga telur di pasar bak roller coaster. Awal Desember, harganya masih berkisar Rp 22 ribu per kilogram. Namun, menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), seketika harga telur melonjak tajam. Saat ini harga bahan pokok itu mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya Wiwiek Widayati mengakui, beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga selama momen Nataru. Kenaikan paling besar terjadi pada harga telur. Memang harga telur ini sangat dinamis ya. Bukan hanya hitungan hari. Pagi berapa, sore sudah berubah harganya, jelasnya.

Wiwiek menjelaskan, perubahan harga tidak terlepas dari faktor supply and demand atau stok barang dan permintaan di pasar. Di produsen, jumlah telur yang disediakan memang belum bisa dikatakan melimpah. Namun, produksi telur masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Nah, pada momen Natal kali ini, permintaan mungkin meningkat. Sebab, dalam dua hari saja terjadi perubahan harga yang cukup signifikan. Kamis kemarin (23/12) harga paling tinggi masih Rp 24 ribuRp 26 ribu. Sekarang sudah tembus Rp 29 ribuRp 30 ribu, terangnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat, disdag tetap menggencarkan operasi pasar. Kegiatan tersebut masih cukup efektif. Bukan hanya telur. Minyak juga (menjadi komoditas utama dalam operasi pasar, Red), ungkapnya.

Selain telur, minyak goreng juga makin mahal. Menurut Wiwiek, kenaikan harganya belum bisa disebut signifikan walau masih tinggi. Sekarang harganya masih di angka Rp 40 ribuan untuk kemasan 2 liter. Kemarin (Jumat) dalam operasi pasar kami jual Rp 14 ribu per liter untuk minyak goreng curah, ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Distribusi Disdag Surabaya Trio Wahyu Bowo mengungkapkan, untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap komoditas telur, pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa distributor. Supplier diminta menjual rugi ke pemkot. Tentu ada kesepakatan dan kerja samanya. Jadi, kami bisa dapat harga yang lebih murah untuk didistribusikan ke masyarakat, katanya.

Sebab, kata Trio, menurut aturan, barang atau komoditas yang dijual dalam operasi pasar harus dibanderol di bawah harga pasar. Karena itu, diperlukan kerja sama dengan distributor agar didapatkan harga yang miring. Karena ini bertujuan untuk membantu mencukupi kebutuhan masyarakat akan telur. Ini bagian dari intervensi pemerintah, jelasnya.

NAIK TURUN HARGA TELUR SELAMA DESEMBER

Awal Desember: Rp 22 ribuRp 23 ribu per kilogram

Pertengahan Desember: Rp 23 ribuRp 25 ribu per kilogram

Menjelang Natal: Rp 24 ribuRp 26 ribu per kilogram

Tepat pada hari H Natal: Rp 29 ribuRp 30 ribu per kilogram

Sumber: Disdag Kota Surabaya

Artikel Asli