Siapkan Kedatangan PMI, Menhub Kunjungi Juanda dan Asrama Haji

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 12:40
Siapkan Kedatangan PMI, Menhub Kunjungi Juanda dan Asrama Haji

JawaPos.com Persiapan penerbangan internasional mulai dilakukan pemerintah pusat. Minggu (26/12), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya.

Kedatangan Budi didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Fajar Setyawan, Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kemenkes Kalsum Komaryani, Pangdam V/Brawijaya Nurcahyanto, serta Kapolda Jawa Timur Nico Afinta.

Kunjungan itu dilakukan sebagai asesmen atas kesiapan Surabaya untuk menerima kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) dan penumpang dari luar negeri.Surabaya menjadi salah satu terminal kedatangan yang paling banyak dipilih warga.

Di Bandara Juanda, Budi melihat fasilitas kedatangan internasional dan protokol kesehatan yang dijalankan. Surabaya dan sekitarnya, termasuk NTB menjadi tempat yang convenient (nyaman) untuk kedatangan PMI dan penumpang dari luar negeri, tutur Budi.

Dari Bandara Juanda, menhub menuju ke Asrama Haji Sukolilo. Tempat tersebut akan dijadikan karantina PMI dan penumpang dari luar negeri.

Sebanyak 30 persen PMI di Indonesia berasal dari Jatim, Jateng, dan NTB. Mereka prefer (lebih memilih) Juanda selain Jakarta, urai Budi.

Dia menyebut, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tiap hari menerima 30 ribu penumpang. Sementara PMI yang datang jumlahnya ribuan. Karena tiap hari terima lebih dari 30 ribu penumpang. PMI yang datang ke Jakarta totalnya 1.500 tiap hari. Juanda jadi pilihan, jelas Budi.

Dia mengapresiasi proses asesmen di Juanda yang dinilai cukup baik. Koordinasi pangdam, kapolda, dan Pemprov Jatim sangat baik.

Upaya antisipasi kedatangan penumpang internasional salah satunya dipengaruhi varian Covid-19 omicron. Budi menyebut Kemenkes telah memberi asesmen dan syarat karantina untuk antisipasi varian itu.

Tempat karantina sudah ada kualifikasi dan evaluasi dari Kemenkes. Dalam 1 kamar wajib 2 orang. Tadi pangdam dan kapolda siap sediakan 1.500 kamar, terang Budi.

Artikel Asli