Obwis Candi Risan, Gunungkidul Napak Tilas Peninggalan Peradaban Budha

Nasional | radarjogja | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 12:15
Obwis Candi Risan, Gunungkidul Napak Tilas Peninggalan Peradaban Budha

RADAR JOGJA Untuk yang hobi berkelana, ada tempat menarik layak masuk dalam daftar kunjungan. Adalah Candi Risan, berlokasi di Padukuhan Risan, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin. Tersimpan sejarah peradaban Budha di tempat itu.

Candi Risan merupakan situs candi terbesar yang pernah ditemukan di kabupaten berjuluk Handayani, merupakan Candi Budha. Dari Kota Jogjakarta, Candi Risan dapat ditempuh dengan berjarak sekitar 52 kilometer. Akses jalan menuju lokasi cukup mudah karena berada di jalan antar provinsi perbatasan Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Begitu tiba di kawasan Candi Risan, pandangan mata langsung tertuju pada bingkahan arca berdiri tegak di dekat pintu masuk. Terasa sunyi. Tidak ada biaya masuk ke destinasi, cukup dengan membayar parkir Rp 1.000. Kondisi candi sudah tak utuh lagi namun menyisakan puing-puing batu yang telah disusun rapi.

Tokoh masyarakat setempat, Joko Haryono,62, mengatakan, lokasi Candi Risan masuk dalam zona Pegunungan Selatan. Batuan penyusunnya satuan batuan tufa (batu putih) dan alluvial, kata Joko saat ditemui beberapa waktu lalu.

Luas area candi sekitar 2000 meter persegi. Meliputi dua bangunan berdenah persegi dan komponen bangunan lain. Candi Risan terdiri atas dua buah candi berderet dari utara ke selatan. Candi I berukuran 13 m x 13 m, sedangkan Candi II berukuran 11, 5 m x 11,5 m.

Candi Risan pada masanya diyakini menghadap ke barat. Hal ini dikuatkan dengan adanya temuan tangga pada sisi barat candi. Selain itu, kuat dugaan Candi Risan berhubungan erat dengan kerajaan Majapahit. Namun bentuk utuh candi belum diketahui karena bagian atasnya belum ditemukan.

Ada arca Budha Avalokitesvara di Candi Risan menunjukkan bahwa latar belakang keagamaan Candi Risan adalah Budha, ungkapnya.

Juru Rawat Candi Risan membeberkan, risan berasal dari kata irisan. Risan dipercaya sebagai penunggu Candi Risan. Dulu bangunan Candi Risan ketika masih utuh seperti Candi Prambanan. Tapi dibongkar sama warga sini, mungkin dikira ada harta karun, ucapnya.

Kabar pembongkaran Candi Risan berlangsung sekitar medio 1940-an. Arca Candi Risan berwarna hitam dicuri dan dijual. Informasi terakhir berada di Singapura. Kemudian ditirakati (puasa) tujuh malam pelaku pencurian ditemukan. Sekarang arca itu ada di BPCB Prambanan. Itu arcanya paling bagus di seluruh DIJ, terangnya.

Disinggung mengenai nasib Candi Risan dimasa kini, menurutnya layak masuk daftar kunjungan wisata. Hanya diakui pengunjung masih sedikit. Dalam sebulan hanya ratusan pengunjung. Pengunjung berasal dari kalangan pelajar, hingga wisatawan mancanegara, ujarnya. (gun/bah)

Artikel Asli