Satgas Tepis Isu Hoaks Anak-anak Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19

Nasional | apahabar.com | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 11:17
Satgas Tepis Isu Hoaks Anak-anak Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19

apahabar.com, JAKARTA Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengklarifikasi hoaks yang menyebutkan vaksinasi pada kelompok anak usia 6-11 tahun di Indonesia sebagai kelinci percobaan..

Saya ingin menegaskan bahwa vaksin Covid-19 yang ditujukan untuk anak usia 6 sampai 11 tahun adalah usaha perlindungan ekstra bagi anak-anak dan orang-orang di sekitarnya, kata Wiku dikutip Liputan6.com dari Antara, Minggu (26/12/2021).

Wiku mengatakan, belakangan ini muncul video yang beredar dengan narasi vaksinasi menjadikan anak-anak sebagai kelinci percobaan. Ia memastikan bahwa itu adalah hoaks yang sangat tidak bertanggung jawab.

Wiku memastikan bahwa vaksin Sinovac yang diproduksi China maupun yang diolah oleh PT Biofarma di Indonesia telah mendapatkan persetujuan penggunaan pada massa darurat (EUA) serta penerbitan nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Kemudian, kata Wiku, berdasarkan laporan ilmiah dari hasil uji klinik, telah dilakukan pemantauan berkala kepada anak-anak penerima vaksin di China.

Keputusan ilmiah itu mempertimbangkan keamanan dan kemampuan pembentukan antibodi, sehingga vaksin yang direkomendasikan untuk anak kelompok usia 6-11 tahun, ucap Wiku.

EUA yang diberikan juga menjadi upaya percepatan proses pengembangan registrasi dan evaluasi vaksin tanpa melupakan aspek mutu, keamanan dan khasiatnya, tambah dia.

Menurut Wiku, persetujuan penggunaan darurat pada vaksin COVID-19 yang masih dalam tahap pengembangan di masa pandemi semata-mata untuk memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak usia 6-11 tahun.
Wiku menyebut bahwa vaksinasi pada anak telah dilakukan di sejumlah Puskesmas, rumah sakit, pos pelayanan vaksinasi di sekolah atau satuan pendidikan lainnya.

Setelah hampir dua tahun berhadapan dengan Covid-19, saya percaya masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas dalam menghadapi hoaks. Selalu melengkapi diri dengan informasi yang berbasis kajian ilmiah dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya, ujarnya.

Wiku berharap, masyarakat tidak ikut menyebarkan konten tanpa basis ilmiah yang semata-mata dibuat untuk menyebarkan ketakutan.

Mohon siapapun untuk tidak membuat konten informasi yang salah dan tidak berbasis fakta serta data ilmiah dari sumber terpercaya karena terdapat sanksi hukum apabila menyebar dan menimbulkan informasi yang salah, tutup Wiku.

Artikel Asli