Firli: Kesederhanaan Jauhkan Rasa Tamak yang Picu Korupsi

Nasional | republika | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 10:12
Firli: Kesederhanaan Jauhkan Rasa Tamak yang Picu Korupsi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, gaya hidup glamor dan menunjukan kemewahan merupakan sikap tidak bijaksana dan mendorong nafsu serta tamak. Menurutnya, ketamakan itu pada akhirnya memicu seseorang untuk melakukan korupsi.

"Rasa tamak adalah pemicu utama seseorang untuk berperilaku koruptif," kata Firli Bahuri dalam keterangan, Ahad (26/12).

Dia menegaskan, korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian keuangan negara atau perekonomian saja. Komisaris jenderal polisi itu mengatakan, perilaku koruptif juga dapat menghancurkan tujuan bernegara suatu bangsa.

Menurutnya, ketamakan dapat mengamputasi sisi dan nilai-nilai kemanusiaan seseorang. Dia mengatakan, sifat tersebut juga merubah tabiat serta perilaku seseorang menjadi rakus layaknya tikus yang tidak pernah puas karena selalu merasa kurang dengan apa yang sudah diperoleh atau dimilikinya.

Dia mengatakan, sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, KPK tentu membutuhkan peran serta andil nyata segenap pemeluk agama dan kepercayaan di republik ini. Dia melanjutkan, hal itu diperlukan untuk mengentaskan penyakit kronis alias korupsi yang telah berurat akar di negeri ini.

Dia mengatakan, salah satu wujud nyata peran dan andil pemeluk agama adalah ikut mengkampanyekan pentingnya budaya antikorupsi. Dia melanjutkan, sikat tersebut ditunjukan bukan hanya di kegiatan keagamaan namun juga dalam kehidupan sehari-hari agar dapat dicontoh masyarakat

"Sehingga membentuk cluster-cluster antikorupsi di lingkungan sekitar," kata mantan deputi penindakan KPK tersebut.

Sebelumnya, hal tersebut diungkapkan Firli sekaligus memperingati perayaan Natal di Nusantara. Dia mengatakan, hari yang penuh makna akan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan khususnya kesederhanaan ini tentunya dapat dijadikan tauladan baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

Artikel Asli