Buang Korban Tabrak Lari ke Sungai Serayu, 3 Anggota TNI AD Ditahan

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 10:12
Buang Korban Tabrak Lari ke Sungai Serayu, 3 Anggota TNI AD Ditahan

JawaPos.com TNI Angkatan Darat (AD) mengambil langkah tegas kepada Kolonel P, Kopda DA dan Koptu AS karena membunuh Handi Saputrq dan Salsabila. Ketiganya saat ini telah dikenakan penahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Ketiga oknum tersebut pada saat ini telah ditahan di Satuan Polisi Militer Angkatan Darat dan diperiksa, kata Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangan tertulis, Minggu (26/12).

Ketiganya dijerat dengan Pasal 340 KUHP juncto 338 KUHP juncto 328 KUHP juncto 333 KUHP juncto 181 KUHP juncto 55 KUHP tentang Pembunuhan Berencana juncto Menghilangkan Nyawa Orang juncto Penculikan juncto Merampas Kemerdekaan juncto Menghilangkan Mayat juncto Penyertaan dalam Tindak Pidana. Ketiga terancam hukuman terberat seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Mereka juga dijerat dengan Pasal 310 UU RI Nomor 22 tentang kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan. Hukuman tambahan diberikan kepada mereka berupa dipecat dari Dinas Aktif TNI.

Proses hukum akan dilakukan dengan tegas sesuai ketentuan yang berlaku dan transparan serta memastikan bahwa tindak pidana yang dilakukan oleh ketiga oknum tersebut diproses secara hukum sampai tuntas dan memenuhi rasa keadilan dengan sanksi yang setimpal, imbuh Tatang.

Sebagaimana diketahui, HS dan S yang tengah mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ciaro, Nagreg Kabupaten Bandung, Rabu (8/12) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria tertabrak oleh sebuah mobil Isuzu Panther. Akibat kecelakaan tersebut keduanya mengalami luka serius.

Sang penabrak kemudian membawa kedua korban dengan mobil tersebut dengan alasan akan dibawa ke rumah sakit. Namun, setelah pihak keluarga melakukan pencarian ke sejumlah rumah sakit di Garut tak ada informasi tentang kedua remaja tersebut.

Pihak keluarga sempat putus asa mencari tahu keberadaan kedua remaja tersebut. Hingga akhirnya kedua jasad korban ditemukan di Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Sabtu (11/12).

Setelah dipastikan bahwa jasad yang ditemukan itu adalah H dan S, polisi Banyumas dan Cilacap mengirim jenazah keduanya ke Nagreg, Kabupaten Bandung dan Garut, rumah orang tua kedua korban.

Kedua korban diduga dibuang oleh penabraknya ke Sungai Serayu dan ditemukan di Banyumas dan Cilacap Jateng, yang berjarak sekitar 300 kilometer dari tempat kecelakaan di Nagreg, Kabupaten Bandung.

Polresta Bandung kemudian melakukan penyelidikan kasus kecelakaan tersebut. Dari hasil penyelidikan itulah akhirnya terungkap kasus kecelakaan lalin yang berujung pembuangan kedua korban ke sungai diduga dilakukan anggota TNI-AD.

Artikel Asli