Kaleidoskop 2021, Tiga Jenderal Pilihan Presiden Jokowi

Nasional | inewsid | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 06:50
Kaleidoskop 2021, Tiga Jenderal Pilihan Presiden Jokowi

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Jenderal TNI Polri untuk menduduki posisi strategis, di antaranya jabatan Panglima TNI dan Kapolri.

Pemilihan Panglima TNI dan Kapolri merupakan hak prerogratif presiden. Pastinya Jokowi mempunyai pertimbangan mantang dengan memilih sosok Panglima TNI dan Kapolri, salah satunya kedekatan dan pernah bekerja sama dengan Presiden.

Pertama, Jokowi menjatuhkan pilihannya kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri. Dia sebelumnya mantan ajudan presiden tahun 2014 lalu. Alasan Jokowi memilih Sigit karena mempunyai kriteria kapasitas, kapabilitas, loyalitas, dan integritas.

Jauh sebelumnya kandidat calon Kapolri dari jenderal bintang Polri. Diantaranya Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto yang saat ini menjabat Kabareskrim, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan pengarahan kepada jajaran Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (15/12/2021). (Foto: ist)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan pengarahan kepada jajaran Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (15/12/2021). (Foto: ist)

Nama mereka diusulkan Presiden menjadi pucuk pimpinan Korp Bhayangkara. Sebelum diajukan Jokowi ke DPR.

Surat Presiden (Surpres) tentang Calon Kapolri sudah dikirimkan ke DPR. Surat tersebut diantar oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

"Presiden mengajukan calon tunggal Bapak Listyo Sigit Prabowo," kata Ketua DPR Puan Maharani di gedung DPR, Rabu (13/1/2021).

Sigit yang merupakan Akpol 1991 ini pun dilantik Jokowi pada 27 Januari 2021 setelah mengikuti fit and propert test di DPR.

Sebelumnya menjabat Kapolri, mantan Kapolda Banten ini membongkar kasus korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali dengan tersangka buronan Djoko Tjandra. Dia memimpin langsung penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia.

Kasus yang menjadi sorotan publik yang diungkap Sigit yaitu kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Dia juga mengungkap kasus narkoba jenis sabu 1,2 ton di Serang dan Sukabumi.

Kedua, Panglima TNI, nama KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono ramai diperbincangkan menjadi calon Panglima TNI pada 2021.

Kode keduanya bakal menjadi Panglima TNI sempat menjadi perbincangan. Misalnya Wakil Presiden Ma'ruf Amin salah sebut Yudo Margono sebagai Panglima TNI. Ketika itu dia menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mendampingi Wapres meninjau vaksinasi massal di pondok pesantren.

Perwira Tinggi TNI AL di era Jokowi juga belum menduduki jabatan Panglima TNI sehingga nama Yudo Margono menjadi perhatian publik.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berkunjung ke Markas Komando (Mako) Kormada I, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2021). (Foto: Istimewa)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berkunjung ke Markas Komando (Mako) Kormada I, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2021). (Foto: Istimewa)

Andika juga mendapatkan kode, ketika itu dia mengantarkan Jokowi untuk kunjungan kerja menghadiri KTT G20 di Roma Italia. Dia mewakili Hadi Tjahjanto yang berhalangan hadir. Lalu Jokowi juga bercanda kepada Andika untuk menjadi sopir Iriana Jokowi pada HUT ke-76 TNI di halaman Istana Merdeka.

"Mau naik gimana? Biar yang nyetir Pak Andika, ha-ha-ha...," candaan Jokowi kepada Iriana.

Namun Jokowi menjatuhkan pilihannya kepada Andika Perkasa sebagai Calon Panglima TNI. Dia akan menggantikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun.

"Pergantian Panglima TNI sangat penting dilakukan, agenda pengangkatan Panglima TNI akan mendapatkan perhatian penuh DPR," Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Andika harus menjalani fit and propert test di DPR sebelum dilantik Jokowi di Istana Negara. Program yang dijelaskan saat fit and propert tes di antaranya operasi pengamanan di perbatasan hingga dunia siber.

Andika jauh sebelumnya pernah ikut dalam berbagai operasi, salah satunya menangkap orang kepercayaan Osama bin Laden, pentolan Al Qaeda, yaitu Mahmoud Ahmad Mohammed Ahmad alias Omar al-Faruq alias Umar Faruq. Dia dikenal sebagai tokoh sentral di balik sejumlah aksi teror di Indonesia.

Pada 5 Juli 2002, Faruq berakhir ditangan tim yang dipimpin Kolonel Inf Andika Perkasa (kini Panglima TNI). Faruq lantas dideportasi. Dia diserahkan kepada AS dan dikirim ke fasilitas penahanan Bagram di Irak.

Kepala BNPB

Jokowi memilih Mayor Jenderal TNI Suharyanto menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggantikan Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito. Pelantikan Suharyanto sebagai Kepala BNPB di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Mayjen TNI Suharyanto bukanlah orang baru di lingkungan Istana. Dia sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) pada periode 2019-2020 atau di era Presiden Jokowi. Setelah bertugas di Istana, Mayjen TNI Suharyanto mendapatkan amanah baru sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya.

Tadi pada saat selesai pelantikan juga Bapak Presiden berpesan kepada kami, ini musim bencana sehingga kami harus segera bekerja, ujar Suharyanto, dalam keterangan persnya, di Istana Negara, Jakarta usai pelantikan.

BNPB, tegas Suharyanto, harus hadir di setiap tahap penanggulangan bencana, mulai dari upaya meningkat kesadaran dan edukasi masyarakat, mitigasi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Suharyanto . (Foto dok BNPB).
Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Suharyanto . (Foto dok BNPB).

(BNPB) harus hadir pada saat terjadinya bencana, tanggap darurat, sehingga masyarakat yang terdampak bencana ini dapat dipastikan tidak terlalu lama menanggung akibat dampak bencana. Setelah itu juga BNPB perlu hadir dalam program-program rehabilitasi dan rekonstruksi, tegasnya.

Artikel Asli