Sayyid Usman dan Kontribusinya di Bidang Ilmu Falak

Nasional | republika | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 04:50
Sayyid Usman dan Kontribusinya di Bidang Ilmu Falak

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar , Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

Nama lengkapnya Al-Habib Sayyid Usman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya al-Alawy al-Husainy. Ia lahir di Pekojan, Batavia (kini Jakarta) pada tahun 1238 H/1882 M.

Ayahnya adalah seorang Hadrami yang lahir di Makkah, sedangkan ibunya bernama Aminah, putri Syaikh Abd ar-Rahman bin Ahmad al-Mishry. Sayyid Usman adalah tokoh Arab-Hadrami paling terkemuka di Nusantara pada akhir abad ke-19 M dan awal abad ke-20 M.

Dia adalah mufti Betawi (Batavia) yang dikukuhkan oleh Belanda. Dia juga menempati posisi khusus pada administrasi kolonial Belanda, yakni penasihat kehormatan bagi pemerintahan Hindia Belanda untuk urusan Arab yang sering mengurusi masalah-masalah pribumi dan Islam. Dia juga adalah sahabat karib Snouck Hurgronje.

Awal kiprah Sayyid Usman di Nusantara adalah ketika Haji Abdul Ghani Bima yang sudah tua dan tak mampu lagi mengajar karena alasan kesehatan meminta Sayyid Usman menggantikannya sebagai guru di Masjid Pekojan. Haji Abdul Ghani Bima sendiri merupakan salah satu ulama terkemuka di koloni Jawa di Makkah, namun dia memilih kembali ke Nusantara di usia senjanya.

Adapun kakek Sayyid Usman, yang berasal dari Mesir, bernama Sayyid Abd ar-Rahman al-Mishry (w. 1847 M). Menurut Van den Berg seperti dikutip Azra, Sayyid Abd ar-Rahman al-Mishry pertama kali datang ke Nusantara dengan menginjakkan kaki di Palembang dan Padang.

Artikel Asli