Loading...
Loading…
Yahya Staquf, Eks Wantimpres Jokowi dan Anak Pendiri PKB yang Jadi Ketum PBNU

Yahya Staquf, Eks Wantimpres Jokowi dan Anak Pendiri PKB yang Jadi Ketum PBNU

Nasional | limapagi.id | Jumat, 24 Desember 2021 - 12:00

LIMAPAGI - Yahya Cholil Staquf yang dikenal juga dengan sapaan Gus Yahya, terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) periode 2021-2026.

Keputusan ini diambil usai lebih dari 550 peserta Muktamar ke-34 NU yang memiliki hak suara memilih kandidat ketum dengan cara voting di Universitas Lampung, Jumat, 24 Desember 2021.

Gus Yahya memperoleh 337 suara, sedangkan mantan Ketum PBNU Said Aqil Siradj hanya memperoleh 210 suara. Lantas, siapa Gus Yahya? Berikut ulasan selengkapnya yang dirangkum Limapagi.id dari berbagai sumber.

1. Putra Pendiri PKB dan Saudara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Pria yang lahir di Rembang, Jawa Tengah 6 Februari 1966 ini dikenal sebagai kiai, ulama dan tokoh NU. Sebelum terpilih menjadi Ketum PBNU, Gus Yahya menjabat sebagai Katib Aam PBNU.

Bagi yang belum tahu, Gus Yahya merupakan saudara dari Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas. Gus Yahya dan Yaqut merupakan putra dari KH Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

2. Riwayat Pendidikan dan Kiprah di NU

Gus Yahya pernah menimba ilmu di pesantren dan menjadi murid KH Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Dia juga pernah menempuh pendidikan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sewaktu menjadi mahasiswa, Gus Yahya aktif dalam Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Di NU, Gus Yahya sejak 2015 menjabat Sekretaris Umum Katib Syuriah PBNU.

3. Eks Jubir Gus Dur dan Wantimpres Jokowi

Saat masa pemerintahan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yahya pernah menjadi juru bicara presiden. Pada 2018, Gus Yahya juga pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di masa kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

4. Sejumlah Kegiatan Keagamaan yang Dilakukan Gus Yahya

Gus Yahya pada 2014, menjadi salah satu inisiator pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat yaitu Bayt Ar-Rahmah Li adDawa Al-Islamiyah rahmatan Li Al-alamin.

Institut itu mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam. Selain itu, dia juga dipercaya menjadi tenaga ahli perumus kebijakan pada Dewan Eksekutif Agama Agama di Amerika Serikat-Indonesia.

Gus Yahya pernah didapuk sebagai utusan GP Anshor dan PKB untuk jaringan politik tersebar di Eropa dan Dunia, Centrist Democrat International (CD), dan European Peoples Party (EPP).

Dia juga pernah menjadi pembicara internasional di luar negeri. Pada Juni 2018, Gus Yahya menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel.

Dalam forum itu, dia menyerukan konsep rahmat sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama. Ia menawarkan perdamaian dunia melalui jalur-jalur penguatan pemahaman agama yang damai.

Original Source

Topik Menarik