Loading...
Loading…
Pulihkan Ekonomi, Menparekraf akan Totalitas Kembangkan KEK Tanjung Lesung

Pulihkan Ekonomi, Menparekraf akan Totalitas Kembangkan KEK Tanjung Lesung

Nasional | rmol.id | Jumat, 24 Desember 2021 - 11:49

RMOL. Sejumlah langkah strategis disiapkan Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Provinsi Banten.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan ada tiga pilar Kemenparekraf yang harus diimplementasikan, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi sebagai upaya pemulihan ekonomi.

Saya akan fokus mendukung pembangunan KEK Tanjung Lesung ini secara totalitas dan kita akan perluas ekonomi digital," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/12).

Mulai Januari 2022, Menparekraf berencana mengadakan monitoring dan evaluasi bulanan dengan pihak-pihak terkait untuk mengetahui progres pengembangan KEK Tanjung Lesung.

Sehingga ketika tol Serang - Panimbang yang insyaallah rampung tahun 2023, destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatifnya sudah siap. Termasuk satelit-satelit yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yaitu desa-desa wisata, lanjut politisi Gerindra ini.

Pembangunan jalan tol Serang - Panimbang seksi I Serang - Rangkasbitung sepanjang 26,5 km telah selesai 100 persen dan sudah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 16 November 2021.

Sementara, seksi II Rangkasbitung - Cileles sepanjang 24,17 km telah mencapai 75 persen. Kemudian seksi III Cileles - Panimbang sepanjang 33 km sudah mencapai 64,21 persen.

Untuk seksi II dan III, ditargetkan akan selesai pada tahun 2023.

Selain jalan tol, ada pula reaktivasi jalur Kereta Api segmen I Rangkasbitung - Pandeglang sepanjang 18,7 km ditargetkan beroperasi tahun 2023. Dan segmen II Pandeglang - Labuan sepanjang 37,9 km ditargetkan akan beroperasi tahun 2024.

Untuk jalur kereta api ini akan saya koordinasikan lagi dengan Menteri Perhubungan, begitu pun Bandara Baru di Kabupaten Pandeglang akan kami tindak lanjuti lagi, kata Sandiaga.

Menparekraf juga berencana menghadirkan ecotourism di Ujung Kulon dan sport tourism serta wisata meeting, incentive, convention, exhibition (MICE), hingga penyiapan desa-desa wisata.

Kalau di Labuan Bajo ada Komodo, di sini (Taman Nasional Ujung Kulon) ada Badak Cula Satu. Untuk itu, ecotourism adalah salah satu yang akan hadir di Ujung Kulon, tandasnya. []

Original Source

Topik Menarik