Loading...
Loading…
Ekspor Meningkat selama Pandemi Covid-19

Ekspor Meningkat selama Pandemi Covid-19

Nasional | radarjogja | Jumat, 24 Desember 2021 - 11:30

RADAR JOGJA Produk nonmigas asal DIJ masih laku di pasar ekspor. Buktinya ada tujuh perusahaan asal DIJ yang mengikuti pelepasan ekspor di pabrik Dekor Asia yang terletak di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, kemarin (23/12).

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Kasan, hadir langsung di Wukirsari dalam acara pelepasan tersebut. Kasan menyampaikan acara tersebut dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada para eksportir dan pemerintah daerah yang terus berupaya melakukan ekspor di masa Pandemi Covid-19.

Selain itu ajang ini disebut Kasan juga bisa jadi ajang komunikasi antara pemerintah pusat, daerah, eksportir, juga dari kalangan Bea dan Cukai. Sebab, tahun depan kita akan menghadapi tantangan yang berbeda lagi, ujarnya di sela acara.

Kasan juga merasa bangga dengan para eksportir, termasuk eksportir dari DIJ. Meski sedang dihadapkan pada situasi Pandemi Covid-19, mereka tetap bisa menjalankan bisnis, bahkan order dari luar Negeri mengalami peningkatan. Saya mewakili Pak Mendag mengucapkan rasa bangga, tandasnya.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dalam rilis yang dikeluarkan Kemendag menyebut, kemarin total melepas ekspor senilai Rp 35,03 triliun atau setara US$ 2,44 miliar. Menurut dia, momentum ini harus terus dijaga secara serius agar perekonomian Indonesia bisa lebih cepat bangkit dan tumbuh.

Lutfi memimpin pelepasan ekspor ini dalam acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 yang dilaksanakan secara hibrida yang diikuti 278 eksportir dari 62 kabupaten/kota di 26 provinsi. Termasuk di antaranya dari DIJ. Saya berharap pelepasan ekspor ini dapat memotivasi kalangan dunia usaha untuk terus mempertahankan dan memperluas pasar ekspornya, ungkap Lutfi

Produk ekspor nonmigas dari Indonesia yang menerima permintaan tertinggi di pasar dunia meliputi lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta karet dan produk karet. Sedangkan lima negara yang menjadi pasar tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok (US$ 46 miliar); Amerika Serikat (US$ 23,13 miliar), Jepang (US$ 15,18 miliar), India (US$ 11,87 miliar) dan Malaysia (US$ 9,66 miliar).

Sementara itu, Direktur PT. Dekor Asia Jayakarya, Bambang Wijaya menyebut pihaknya mengalami beberapa tantangan dalam melakukan ekspor di saat Pandmei Covid-19. Salah satunya adalah biaya yang membengkak. Terutama biaya pengiriman menggunakan kapal laut.

Namun, Bambang tidak menyerah dan menemukan jalan lain. Ia memilih pengiriman via udara dengan negara tujuan ekspor yang lebih dekat dari Indonesia. Kalau dulu kami fokus di Eropa dan Amerika, sekarang ini kami ke Asia dan Australia saja, tapi permintaan tetap saja ada, ujar Bambang yang memiliki usaha barang dekorasi dari kayu dan bambu itu. (kur/pra)

Original Source

Topik Menarik