Loading...
Loading…
Rencana Penghapusan Premium, Pertamina Siap Jalankan Tugas Pemerintah

Rencana Penghapusan Premium, Pertamina Siap Jalankan Tugas Pemerintah

Nasional | jawapos | Jumat, 24 Desember 2021 - 09:31

JawaPos.com Pemerintah serius berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang ramah lingkungan. PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya dalam mendukung hal tersebut.

Corporate Secretary Subholding Commercial And Trading Irto Ginting mengungkapkan, keputusan penghapusan premium merupakan kewenangan Pemerintah. Perseroan tetap akan melaksanakan sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Pemerintah.

Saat ini masyarakat sudah mulai sadar dan menggunakan BBM berkualitas atau BBM yang sesuai dengan spek kendaraannya, kata Irto saat dihubungi oleh JawaPos.com, Jumat (24/12).

Selain itu, pertamina juga terus mengedukasi dan memberikan benefit tambahan kepada masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas. Pertamina tetap melaksanakan tugasnya termasuk dalam suplai dan pendistribusian BBM sesuai kebutuhan masyarakat, pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih mengungkapkan, Indonesia kini memasuki masa transisi di mana BBM RON 90 akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

Pemerintah tengah menyusun roadmap BBM ramah lingkungan di mana nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax, katanya.

Proses shifting Pertalite ke Pertamax ini juga menjadi salah satu pembahasan agar peralihan ini tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Sehingga kita juga mencermati volume Pertalite yang harus disediakan untuk masyarakat, imbuhnya.

Perubahan dari Premium ke Pertalite akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14 persen, untuk selanjutnya dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27 persen.

Original Source

Topik Menarik