Loading...
Loading…
Mau ke Luar Negeri? Siapkan Rp6,7 Juta sampai Rp21 Juta untuk Karantina Mandiri di Hotel

Mau ke Luar Negeri? Siapkan Rp6,7 Juta sampai Rp21 Juta untuk Karantina Mandiri di Hotel

Nasional | inewsid | Kamis, 23 Desember 2021 - 20:49

JAKARTA, iNews.id - Pelaku perjalanan luar negeri baik WNI maupun WNA diwajibkan karantina 10 hari saat tiba di Indonesia. Koordinator Hotel Repatriasi pada Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, Vivi Herlambang meminta masyarakat Indonesia yang hendak berpergian ke luar negeri untuk menyiapkan dana ekstra berkisar Rp6,7 juta hingga Rp21 juta per orang untuk proses karantina mandiri.

Besaran biaya karantina tersebut menurutnya bervariasi tergantung dari kelas bintang hotel yang dapat dipilih oleh pelaku perjalanan luar negeri. Hal tersebut dia sampaikan dalam dialog bertajuk \'Kupas Tuntas Prosedur Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri\' yang diadakan Satgas Covid-19 Nasional yang disiarkan akun YouTube BNPB Indonesia, Kamis (23/12/2021).

"Kalau soal harga bervariasi. Bintang dua dimulai dari Rp6,7 juta sampai dengan Rp7,2 juta untuk 10 hari (9 malam 10 hari). Harga tersebut sudah termasuk tiga kali makan, lima kali laundry, dua kali PCR, pengantaran dari bandara ke hotel," ujar Vivi Herlambang.

Lebih lanjut Vivi menjelaskan biaya hotel bintang lebih tinggi yakni bintang tiga, bintang empat, bintang lima, hingga level tertinggi yakni luxury.

"Hotel bintang 3 itu Rp7,7 juta sampai dengan Rp9,1 juta. Bintang 4 dimulai dari Rp9,2 sampai dengan Rp11,4 juta,
bintang 5 dimulai Rp12,4 juta sampai dengan Rp16 juta. Sedangkan Luxury dimulai dari Rp17 juta sampai dengan Rp21 juta," ucap Vivi.

Dia menyebutkan pihaknya mengelola sejumlah hotel di Jabodetabek yang di bawah naungan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk masyarakat yang baru tiba dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta maupun bandara lainnya.

"Yang kami kelola dari PHRI adalah karantina di hotel untuk masyarakat umum di luar kategori khusus. Total kamar hotel karantina yang sudah kami siapkan itu ada 16.588 di Jabodetabek dari 135 hotel. Sedangkan untuk kategori khusus bagi ASN, Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), mahasiswa disiapkan karantina terpusat di Wisma Pademangan, Nagrak, Pasar Rumput, dan Kemayoran," ujar Vivi.

Lebih lanjut dia menyebutkan dari 16.000 kamar hotel tersebut, hingga Rabu (22/12/2021) malam baru 56 persen terisi. Sehingga dikatakannya masih ada 43 persen atau 7.266 kamar.

"Yang disiapkan itu bervariasi ya, mulai dari hotel bintang dua, tiga, empat, dan lima. Bintang 2-3 ada 58 hotel dengan 5.816 kamar. Bintang 4 ada 46 hotel dengan 5692 kamar serta bintang 5 ada 31 hotel dengan 5.080 kamar," kata Vivi Herlambang.

Dia menegaskan pihak hotel untuk proses karantina luar negeri tidak diperkenankan menjual room only. Tim medis dikatakannya stand by 24 jam di masing-masing hotel karantina Covid-19 pelaku perjalanan luar negeri.

Vivi juga mengimbau pelaku perjalanan luar negeri untuk membooking terlebih dahulu kamar karantina sebelum merencanakan perjalanan.

"Boleh melakukan booking sampai dengan Januari 2022. Kami sarankan yang mau keluar negeri sudah booking terlebih dahulu. Jadi saat kembali dari luar negeri bisa langsung menginap di tempat karantina. Di hotel tidak boleh keluar, harus di kamar saja. Pintu check in berbeda dengan tamu regular. Yang boleh satu kamar itu suami istri atau orang tua dengan anak," tutur Vivi Herlambang.

Dia kemudian membeberkan sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh pelaku perjalanan luar negeri yang sedang menjalani proses karantina mandiri di hotel.

"Tidak boleh pesan makanan online (ojek online), kalau mau pesan makanan di luar yang sudah disiapkan tiga kali sehari ada makanan room servis dengan harga diskon 20-30 persen. Menu pasti berubah setiap hari dan dapat dipesankan sesuai keinginan. Kalau minta dibersihkan boleh oleh house keeping dengan menggunakan APD. Tidak boleh berenang, fitness, spa. Karena ini karantina bukan berlibur ya," tutur Vivi Herlambang.

Sebagaimana diketahui, di tengah meningkatnya penularan varian Omicron di 90 negara, gelombang kedatangan perjalanan Internasional ke Indonesia mengalami peningkatan menjelang libur akhir tahun.

Berdasarkan data yang tercatat oleh PT Angkasa Pura, kedatangan pelaku perjalanan internasional di Bandara Soekarno-Hatta hingga 19 Desember 2021 ada peningkatan sebesar 36 persen. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dengan rata-rata kedatangan per harinya hingga 4.000 penumpang, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir Desember 2021.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{
{